Site icon WARTAEVENT.COM

Menyoal Konten Pornografi, Baikah?

WARTAEVENT.com – Pasuruan. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.

Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Pasuruan pada hari ini Jum’at (22/10/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Retno Aulia Vinarti, Drs. Djarot Mudjianto, M.Pd, Vivid Sambas, Yusuf Satria dan Erbe Sentanu. 

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Mewujudkan Masyarakat Digital yang Inovatif”. Dan diikuti oleh 869 peserta dari berbagai kalangan masyarakat. 

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Vivid Sambas adalah, sekarang ini konten negatif yang mengandung pornografi serta menimbulkan orang melakukan pelecehan seksual lebih viral di media sosial dan lebih banyak diminati dibanding konten positif, inovatif yang mengajarkan suatu manfaat bagi audiensnya. 

Bagaimana kita menghilangkan konten negatif seperti itu.? Serta apakah pemerintah punya satelit atau alat yang meminimalisir konten seperti itu.? 

Dan pada saat itu Vivid Sambas langsung memberikan jawaban, sebenarnya otak reptile secara naluri memang ada pada manusia. Oleh karena itu etika itu sangatlah penting. Sedikit cerita, 20 tahun lalu melalui VCD pornografi bisa viral meskipun belum terjadi era digitalisasi.

Jika ingin, hal tersebut sebenarnya mudah untuk diakses, namun dengan kesadaran dan etika adalah atribut yang wajib orang miliki. Di internet, sebenarnya yang marak adalah video privat yang tersebar, namun sebenarnya yang memiliki tidak rela. Hal itu tidak dapat dikendalikan. 

Pertanyaannya adalah mau pilih asupan negative atau positif.? Semua tergantung dari kesadaran, integritas, tanggung jawab, kebajikan diri sendiri. Semua kembali tergantung kesadaran, iling lan waspodo.

Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 1.653 juta orang di tahun 2024 mendatang.

Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]

Exit mobile version