WARTAEVENT.com – Jember. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Jember pada hari ini Senin (20/09/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc., Dr. Bagus Setya Rintyarna, M.Kom, Dr. Desi Rahmawati, M.Pd, Tio Prasetyo Utomo, Erbe Sentanu (KOL).
Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Yuk Jadi Netizen yang Kritis.” Dan diikuti oleh 731 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Dr. Bagus Setya Rintyarna, M.Kom adalah, pandemi menuntut kita dituntut untuk dapat memaksimalkan teknologi dengan baik.
Sebagai mahasiswa saya merasakan mudahnya melakukan pembelajaran melalui daring menggunakan platform meeting seperti zoom dan microsoft office 365. Lebih efisien dan bisa belajar di mana saja.
Apakah jika pandemi berakhir, semua kemajuan pendidikan maupun pertemuan melalui platform meeting tersebut akan di tinggalkan dan kembali ke cara lama pak? Dan bagaimana pandangan bapak bagus akan hal ini.?
Dan pada saat itu Dr. Bagus Setya Rintyarna, M.Kom langsung memberikan jawaban, dengan adanya pandemi terjadi percepatan digital sehingga kita dipaksa menggunakan platofrms zoom atau video conferences yang lain, terjadi percepatan. Termasuk juga platforms lain selain pendidikan seperti dunia usaha.
Adakalanya kita merasa nyaman dengan teknologi atau aktifitas di rumah. Platforms digital punya 2 sisi, sisi positifnya yaitu memudahkan aktifitas kita dalam belajar. Tetapi sisi negatifnya tersebarnya hoaks karena tidak kritisnya membaca informasi, dll.
Nantinya dalam pendidikan, proses pembelajaran menjadi blanded learning (luring dan daring). Menurut pakar psikologi, teknologi rentan dalam transfer of value, mungkin transfer of knowledge tersampaikan tetapi value tidak sepenuhnya tersampaikan.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]