Wartaevent.com, Jakarta- Studio Azhar Horo bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia menggelar Pameran Tunggal Azhar Horo “from my eyes” di Gedung B Galeri Nasional Indonesia, pada 4–22 Juli 2018.
Pameran ini unik dan menarik karena tidak sekadar menjadi catatan praktik berkesenian, namun juga menawarkan metamorfosis gaya lukis yang kemudian menjadi identitas baru seorang seniman lukis, Azhar Horo.
Terinspirasi dari tragedi gempa bumi yang hampir merenggut nyawanya, Azhar Horo berhasil mentransformasi pengalaman tak terduganya itu menjadi karya visual yang luar biasa.
“Gempa bumi itu membuat Azhar Horo merenungkan kembali, jiwanya yang hampir melayang tertolong oleh tumpukan lukisan yang ada di hadapannya. Beberapa lukisan sobek, tidak bisa diperbaiki lagi. Sedangkan yang lainnya masih bisa diselamatkan,” papar Kurator pameran Frigidanto Agung.
Situasi itu dipelajari, dipilah, dan direnungkan kembali oleh Azhar Horo. “Saya hanya mengulang peristiwa ini lewat ingatan dari kejadian yang saya alami. Melalui kejadian itu, inspirasi saya muncul untuk membuat lukisan yang mampu kembali mengingatkan bahwa robohnya rumah dengan tembok yang hancur dan debu beterbangan menjadi gaya lukisan yang saya hadirkan di atas kanvas”, ujar Azhar.
Melalui fenomena di balik benda bahwa kenyataan ini mempunyai sesuatu di dalamnya atau sesuatu yang baru dalam ruang kendali benda itu sendiri, Azhar Horo berusaha mengolah kotak-kotak dalam suatu benda nyata, yang akhirnya mewujud menjadi piksel-piksel. Lukisannya sebagai gaya dirinya dalam memperhatikan subject matter lukisan untuk dicermati secara mendalam dan mendasar. Bahwa piksel-piksel itu juga yang membentuk objek visual sesungguhnya jika dicermati sebagai dasar pengetahuan tentang kejadian.
“Jika memperhatikan apa yang dilukisnya secara mendalam maka akan ditemukan kemiripan bagaimana penggunaan piksel itu dalam foto-foto media massa yang seharusnya tidak dinampakkan, misalnya seorang kriminal, dalam koran kuning, yang selalu ditutup piksel-piksel wajahnya supaya tidak nampak identitas wajahnya,” terang Agung usai membuka pameran di Galeri Nasional Indonesia, Jl. Merdeka Timur, Jakpus.
“Kekuatan piksel untuk menutupi identitas seseorang dalam foto media massa itu menjadi inspirasi saya mengolah kembali visual dalam lukisan saya sehingga dapat menjadikan tertata sesuai bentuk-bentuk yang saya inginkan”, lanjut Azhar Horo.
Kini Azhar Horo identik dengan gaya lukis yang dominan dengan piksel-piksel. Ini pembuktian bahwa jiwa dan hidupnya adalah berkesenian, sehingga tragedipun menjadi sajian visual artistik di tangan seorang Azhar Horo.
LABUAN BAJO, WARTAEVENT.com — Meruorah Komodo Labuan Bajo meraih penghargaan “Trip.Best Premium Hotel 2026” dari Trip.com. Pengakuan ini menempatkan hotel… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Jakarta tidak selalu hadir lewat seremoni. THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun ke-8 de Braga by ARTOTEL tidak hanya berlangsung melalui seremoni. Hotel tersebut memilih menandai… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Balon raksasa bertuliskan “INTENS” mulai mencuri perhatian masyarakat di sejumlah kota di Indonesia. Instalasi berukuran raksasa tersebut… Read More
MILAN, WARTAEVENT.com — Industri alas kaki global kembali menjadikan MICAM Milano sebagai salah satu ruang penting untuk membaca arah mode… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Di tengah perkembangan hotel-hotel perkotaan yang menawarkan pengalaman serupa, House of Tugu Old Town Jakarta memilih jalan… Read More
Leave a Comment