Categories: News

Pahami Jejak Digital yang Terus Mengikuti Kita Di Dunia Maya

WARTAEVENT.com – Nganjuk. Jejak digital adalah rekam atau bukti yang ditinggalkan setelah beraktivitas di internet yang berpotensi dicari, dilihat, disalin, dicuri, dipublikasi, dan diikuti oleh orang lain. Jejak digital dapat membentuk citra diri seseorang. Dan, jejak digital buruk tentu dapat merugikan diri sendiri.

“Contoh jejak digital; misal unggahan foto atau status, konten blog atau vlog, komentar, riwayat pencarian, transaksi belanja, riwayat email, riwayat telepon dan video call,” ujar Diding Adi Parwoto, Praktisi IT & Ketua LPM IAI Uluwiyah Mojokerto, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (01/10/2021).

Ia mengatakan, jejak digital itu kejam. Karena jejak digital juga bisa dibedakan antara yang pasif dan aktif. Jejak digital pasif, merupakan data yang ditinggalkan tanpa sadar oleh pengguna ketika berselancar di dunia maya.

“Misalnya saat mengunjungi sebuah situs, mereka dapat menyimpan alamat IP (internet protocol) pengguna. Dengan alamat IP ini dapat dikenali internet service provider (ISP)-nya, sehingga bisa memperkirakan lokasi si pengguna,” jelasnya.

Lanjutnya, sedangkan jejak digital aktif, adalah data atau informasi yang dengan sengaja diunggah oleh seseorang ke dunia maya. Contohnya, email yang dikirimkan atau apa pun yang diunggah ke media sosial, mulai dari cuitan Twitter, foto di Instagram, video di YouTube dan sebagainya.

Ia juga menjelaskan, jejak digital sering dibilang kejam sebab, selain membekas di masing-masing perangkat pengguna, jejak digital juga tersimpan di server-server perusahaan internet. Jejak digital sanggup mendeskripsikan sosok seseorang.

“Ada juga perusahaan internet yang menggunakannya untuk iklan. Bahkan, beberapa perusahaan melihat jejak digital saat merekrut karyawan. Sekali masuk internet, jejak digital mudah tersebar dan sulit dihilangkan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, bijak dalam bermain media sosial merupakan salah satu yang wajib dilakukan agar tidak meninggalkan jejak digital yang buruk. Karena jejak digital merupakan reputasi masa depan. Ada pepatah yang mengatakan, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan jejak digital.

“Banyak cerita terkait jejak digital. Ada orang ber-IP tinggi namun ditolak lamaran kerjanya gara-gara jejak digital. Kemudian, ada karyawan yang dipecat dari pekerjaannya juga karena jejaknya di media sosial. Untuk itu, berhati-hatilah dalam bermedia sosial,” ungkapnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (01/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Moh. Rizki Firdaus (Direktur Utama CV. Kreasi Anak Nusantara), Nur Holifatuz Zahro (Kepala UPT Perpustakaan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo), Diah Renata Anggraeni (Associate Faculty Member Binus University), dan Fita Okta Fiana (Duta Wisata Bondowoso 2019) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional untuk Indonesia #MakinCakapDigital ini berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills). Dan melibatkan 110 lembaga juga komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan yang diadakan di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten ini dilaksanakan secara virtual berbasis webinar. Dengan menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Dengan maksud dan tujuan utamanya membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (*)

Oeday Abdullah

Leave a Comment

Recent Posts

Onitsuka Tiger Buka Kembali Toko Terbesar Jakarta di Plaza

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Merek fashion asal Jepang, Onitsuka Tiger, memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia melalui pembukaan kembali toko terbarunya di… Read More

18 hours ago

Kemenpar Manfaatkan AI Hadapi Perubahan Perilaku Wisatawan Digital

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Saat wisatawan mencari destinasi di internet, pilihan yang muncul di layar mereka kini semakin dipengaruhi oleh algoritma.… Read More

18 hours ago

TT TasiFest, Upaya Timor-Leste Promosikan Pariwisata di Pasar ASEAN

DILI, WARTAEVENT.com — Musisi Indonesia Iwan Fals menjadi penampil utama TT TasiFest 2026 yang berlangsung pada 29–30 Mei di Tasitolu,… Read More

2 days ago

INDOFEST 2026 Tandai Satu Dekade Pertumbuhan Industri Outdoor

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Aktivitas luar ruang semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban, khususnya generasi muda. Tren tersebut tercermin… Read More

3 days ago

Shastra All Day Dining Hadirkan Sajian Betawi “The Flavor Archive of Jakarta”

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perayaan ulang tahun ke-499 Kota Jakarta menjadi momentum bagi berbagai pelaku industri kreatif untuk mengangkat kembali warisan… Read More

3 days ago

Songgoriti Ridge Run Perkuat Posisi Batu Sebagai Destinasi Sport Tourism

BATU, WARTAEVENT.com – Tren wisata olahraga atau sport tourism terus berkembang di Indonesia. Salah satu buktinya penyelenggaraan Songgoriti Ridge Run… Read More

3 days ago