International

”Pasukan TNI yang Ke Gaza Harus Mengikuti Keteladanan Kontingen Garuda”

JAKARTA, WARTAEVENT.comIndonesian Council on World Affairs (ICWA) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah mengadakan Webinar mengenai:  “Bergabungnya Indonesia ke dalam ISF: Sebuah Tantangan dan Peluang” pada Kamis, (26/2/2026).

Acara Webinar dihadiri oleh beberapa instansi pemerintah RI yang menangani perdamaian dunia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (PMPP TNI), para kepala perwakilan RI di manca negara, akademisi di berbagai universitas di Indonesia, anggota Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional, dan pengamat isu-isu internasional.  

”Peran Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza bukan sekedar pengerahan kekuatan militer melainkan sebuah diplomasi berbasis nilai atau meta diplomasi. Indonesia tidak hanya mengirimkan 8.000 personil tetapi juga harus menyajikan otoritas moral, etika bersama dan pesan kemanusiaan yang berakar kuat pada amanat Konstitusi kita untuk menghapuskan penjajahan di dunia”, demikian kesimpulan moderator Webinar, Dr. Leonard F. Hutabarat, Konsul Jenderal RI untuk Toronto (2018-2021).

Antusiasme peserta Webinar demikian besar, mengingat acara ini diadakan seminggu setelah pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, (19/2/2026). Presiden Prabowo Subianto telah memberikan komitmennya untuk mengirimkan pasukan perdamaiannya ke Gaza. President AS Donald J. Trump menyambut baik keinginan Presiden Indonesia untuk ikut mengamankan dan menjaga perdamaian di Gaza.

Bertindak sebagai nara sumber Webinar adalah Dubes Bagas Hapsoro (Kepala Perwakilan RI di Lebanon periode 2007-2010, Letjen TNI (Purn) Surawahadi selaku Dan Kontingen Garuda XXIII-A /UNIFIL, dan Letjen TNI (Purn) A.M. Putranto, Dan Kontingen Garuda XXIII-B/UNIFIL.

Dalam pidato sambutannya, Dubes Al Busyra Basnur selaku Ketua ICWA  menyampaikan bahwa tujuan pertemuan adalah untuk memperluas wawasan dan sebagai referensi penting bahwa Indonesia selama ini telah telah aktif menjaga dan memelihara perdamaian dunia. 

Satu hal yang perlu dicatat, lanjut mantan Dubes RI untuk Ethiopia ini, maraknya konflik antarnegara menjadi bukti bahwa dunia masih jauh dari stabilitas yang diharapkan. “Kita melihat bagaimana konflik seperti situasi di Gaza menunjukkan bahwa perdamaian masih menjadi tantangan besar di abad ke-21,” ujar Dubes Al Busyra. Untuk itu masalah penyelesaian konflik di Gaza tentu membutuhkan pembahasan yang matang dengan pakar di lapangan dan diplomat yang memahami permasalahannya.

Menurut Busyra webinar ini juga dimaksudkan untuk lebih mendalami kontribusi dan tugas pasukan yang pernah bertugas di Lebanon.

Dalam menyampaikan pidato utamanya (keynote speech), Dirjen Kerjasama Multilateral Kemlu RI, Dubes Tri Tharyat menyampaikan bahwa pasukan Indonesia dalam menjalankan tugasnya selalu berdasarkan mandat PBB mulai dari perlindungan warga sipil, pemantauan gencatan senjata, hingga dukungan kemanusiaan dan rekonstruksi. Saat ini Indonesia tetap berada dalam jajaran kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian PBB. Per Desember 2025, Indonesia adalah sebagai top 6 (six) contributor.

Menurut Dirjen Tri Tharyat dunia saat ini menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, ditandai dengan ketidakpastian geopolitik, krisis yang saling terkait, serta konflik yang semakin multidimensional menuntut peran pemeliharaan perdamaian yang semakin relevan, adaptif, dan responsif terhadap perubahan situasi di lapangan. Meskipun demikian, perkembangan tersebut tidak mengurangi komitmen Indonesia terhadap pemeliharaan perdamaian dunia.

Sebaliknya, hal ini semakin menegaskan bahwa kontribusi Indonesia akan terus berlanjut, sejalan dengan dinamika global yang terus berkembang. Komitmen tersebut merupakan manifestasi langsung dari amanah Pembukaan UUD 1945, yang menegaskan kewajiban Indonesia untuk turut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Narasumber pertama, Dubes Bagas Hapsoro menyampaikan penerapan teori Meta Diplomasi yang dilakukan Indonesia di Lebanon. Mengacu pada teori Meta Diplomasi yang dikaji dan didalami Dubes Dr. Darmansyah Djumala, Dosen Hubungan Internasional FISIP Unpad. Ada tiga jenis kekuatan diplomasi mengutip pandangan Dubes Djumala, yaitu hard power diplomacy, soft power diplomacy, dan meta diplomacy. Kalau hard power diplomacy itu menggunakan kekuatan, coersive, pemaksaan, ancaman untuk menuntut agar dipatuhi lawan.

Page: 1 2 3

Fatkhurrohim

Leave a Comment

Recent Posts

DR. Hassan Wirajuda: “Prof. Ahmad Subardjo Adalah Pejuang Kemerdekaan Bangsa dan Salah Satu Pendiri Bangsa

JAKARTA, WARTAWEVENT.COM. Yayasan Ahmad Subardjo pada tanggal 29 Agustus 2026 meluncurkan edisi kedua buku autobiografi Ahmad Subardjo berjudul Kesadaran Nasional… Read More

2 days ago

IKG Salurkan 2,5 Juta Liter Air untuk Warga Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, WARTAEVENT.com — Musim kemarau kembali menguji ketahanan warga Gunungkidul dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Di tengah kondisi tersebut, Ikatan… Read More

2 days ago

September Ini Nueve Malioboro Yogyakarta Tawarkan Promo Menginap Mulai Rp499 Ribu

YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com — Bulan September tahun ini menjadi salah satu waktu yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk menikmati Yogyakarta dengan suasana… Read More

3 days ago

GATF Tahun Ini Jadi Etalase Paket Wisata Terintegrasi InJourney

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 tidak hanya menjadi ruang berburu tiket perjalanan. Pameran yang berlangsung pada… Read More

3 days ago

Le Ju Xuan Hadirkan Pengalaman Kuliner Tiongkok di Singapura

SINGAPURA, WARTAEVENT.com — Marina Bay Sands memperkaya pilihan gaya hidup di Singapura dengan menghadirkan Le Ju Xuan, restoran Tionghoa kasual-premium… Read More

4 days ago

Meruorah Labuan Bajo Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

LABUAN BAJO, WARTAEVENT.com — Pemulihan pascabencana menjadi perhatian Meruorah Komodo Labuan Bajo bersama Indonesia Ferry Property (PT IFPRO) dan InJourney… Read More

4 days ago