Ekonomi

Pelopor Perusahaan Benang Berkelanjutan, A&E Paparkan Strategi Bisnis 2026

“Jadi kita tidak berjalan sendiri sesuai dengan apa yang kita mau, melainkan kita ingin benar-benar memahami apa yang dibutuhkan oleh pelanggan, dan bagaimana bisa mengakomodir dan memenuhi kebutuhannya,” ungkap Sanjay.

Sanjay pun menyebut,  tantangan di industri ini selalu ada. A&E Indonesia telah melalui banyak tantangan termasuk tantangan tarif resiprokal AS. Tantangan ini justru menjadi pemicu bagi  perusahaan untuk tumbuh dan kesempatan untuk berkembang pula.

Baca Juga : Gandeng Seniman Tenun, Lois Jeans Perkenalkan Dua Jaket Denim Tendo Untuk Segala Aktivitas

“Tantangan tarif resiprokal AS sudah lewat. Justru tantangan saat ini yaitu fokus untuk tumbuh, di lini bisnis footwear, apparel, dan backpack (tas ransel),” urai Sanjay.

Sementara itu, Managing Director South Asia A&E Angelo Leanage, menegaskan bahwa perusahaan dalam lima tahun kedepan akan ekspansi langsung ke pemegang merek.

Baca Juga : MYCL Merilis Produk Fashion dari Bahan Jamur di Paris Fashion Week

Ia pun menegaskan, sebagai perusahaan benang terdepan di dunia selalu menekan upaya keberlanjutan di seluruh lini produksinya. Perusahaan A&E adalah pelopor dan pemimpin di industri yang rantai produksinya menggunakan bahan ramah lingkungan atau daur ulang.

“Jauh sebelum isu keberlanjutan digaunkan, A&E telah melakukannya. Kita telah mengurangi penggunaan air, jejak karbon secara global. Di tahun 2030 mendatang perusahaan akan memberi kesejahteraan bagi lingkungan. A&E adalah pelopor untuk isu keberlannjutan,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *