Categories: News

Pembelajaran Multiliterasi Dapat Meningkatkan Literasi Digital

WARTAEVENT.COM, Kab. Blitar – Penutupan sekolah akibat pandemi Covid-19 berdampak pada siswa yang terkendala mengikuti pembelajaran jarak jauh. Karena seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang cepat, tidak diimbangi dengan literasi digital penggunanya.

Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

“Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan literasi digital adalah dengan pembelajaran multiliterasi. Pembelajaran multiliterasi adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai strategi pembelajaran untuk membantu siswa memperoleh berbagai pemahaman yang mendalam tentang ide dan konsep penting dalam berbagai mata pelajaran,” kata Queena Fredlina, Relawan TIK Provinsi Bali & Kepala Kemahasiswaan STMIK Primakara, saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (19/7/2021).

Ia menjelaskan, strategi pembelajarannya difokuskan sebagai alat dan teknik intelektual yang memungkinkan siswa mengakses, memproses, mengkomunikasikan informasi dan ide penting untuk membina dan memperkaya kemampuan inkuiri kritis.

Lanjutnya, pembelajaran multiliterasi ini diawali dengan proses pelibatan siswa dalam menentukan materi dan tujuan pembelajaran serta diakhiri dengan presentasi di depan kelas. Salah satu faktor yang mendorong setiap siswa dalam suatu kelompok terlibat lebih aktif dalam mengelaborasi materi adalah adanya presentasi di depan kelas.

“Presentasi di depan kelas dilakukan dalam tiga kali tatap muka. Tatap muka yang pertama membahas pengantar teknologi digital, yang kedua tentang transmisi dan penyimpanan data, serta yang ketiga tentang pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai bidang kehidupan,” paparnya.

Ia juga menerangkan, presentasi dari siswa oleh siswa dan untuk siswa menyebabkan suasana kelas sangat kondusif. Sebagian besar siswa memperhatikan materi yang dipresentasikan oleh kelompok penyaji.

“Keinginan sebagian besar siswa untuk mengetahui proses transmisi dan penyimpanan data digital serta pemanfaatannya dalam kehidupan sangat tinggi termasuk di dalamnya tentang e-commerce,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pembelajaran multiliterasi dapat meningkatkan literasi digital siswa tentang teknologi digital. Selain internet sebagai media untuk memperoleh referensi dan materinya bersifat teoritis, faktor lain mendukung peningkatan literasi digital adalah sikap penerimaan siswa dalam pembelajaran.

“Sikap penerimaan yang baik dari siswa berpotensi menjadikannya literat digital, yaitu lebih cerdas menggunakan TIK untuk kehidupannya kini dan masa mendatang secara aman dan nyaman, karena siswa mampu menjauhi konten radikalisme, ujaran kebencian, praktik-praktik penipuan, berita bohong dan pornografi,” tutupnya.

Webinar Literasi Digital Nasional 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (19/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Xenia Angelica Wijayanto (Head of Centre for Publication & Head of Centre for Intellectual Property LSPR Communication and Business Institute), Abdul Rosyid (Relawan TIK Lamongan), dan Novianto Puji Raharjo (Ketua Relawan TIK Jawa Timur & Dekan Fakultas Dakwah IAI Dalwa).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

redaksi wartaevent

Leave a Comment

Recent Posts

Onitsuka Tiger Buka Kembali Toko Terbesar Jakarta di Plaza

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Merek fashion asal Jepang, Onitsuka Tiger, memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia melalui pembukaan kembali toko terbarunya di… Read More

14 hours ago

Kemenpar Manfaatkan AI Hadapi Perubahan Perilaku Wisatawan Digital

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Saat wisatawan mencari destinasi di internet, pilihan yang muncul di layar mereka kini semakin dipengaruhi oleh algoritma.… Read More

14 hours ago

TT TasiFest, Upaya Timor-Leste Promosikan Pariwisata di Pasar ASEAN

DILI, WARTAEVENT.com — Musisi Indonesia Iwan Fals menjadi penampil utama TT TasiFest 2026 yang berlangsung pada 29–30 Mei di Tasitolu,… Read More

1 day ago

INDOFEST 2026 Tandai Satu Dekade Pertumbuhan Industri Outdoor

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Aktivitas luar ruang semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban, khususnya generasi muda. Tren tersebut tercermin… Read More

3 days ago

Shastra All Day Dining Hadirkan Sajian Betawi “The Flavor Archive of Jakarta”

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perayaan ulang tahun ke-499 Kota Jakarta menjadi momentum bagi berbagai pelaku industri kreatif untuk mengangkat kembali warisan… Read More

3 days ago

Songgoriti Ridge Run Perkuat Posisi Batu Sebagai Destinasi Sport Tourism

BATU, WARTAEVENT.com – Tren wisata olahraga atau sport tourism terus berkembang di Indonesia. Salah satu buktinya penyelenggaraan Songgoriti Ridge Run… Read More

3 days ago