Site icon WARTAEVENT.COM

Penggunaan Media Sosial Sebagai Media Promosi

WARTAEVENT.com – Situbondo. Muhammad Umar, CEO CV. Sekoncoan Group mengajak masyarakat untuk tidak hanya menggunakan media sosial untuk bersosialisasi saja. “Namun, media sosial juga memiliki manfaat yang positif seperti untuk media promosi,” kata Umar ketika berbicara sebagai Key Opinion Leader dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat (03/12/2021).

Ia menuturkan, kondisi pandemi saat ini membuat banyak masyarakat terjerat kesulitan ekonomi. Adanya media sosial, tidak hanya untuk sarana komunikasi saja, namun juga bisa sebagai media promosi.

“Media sosial (instagram) sebagai media promosi, diharapkan dapat membantu masyarakat agar dapat bangkit kembali dengan menjual produk-produk dagangannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam menciptakan persepsi di pikiran konsumen mengenai suatu produk/jasa/brand, dibutuhkan pemikiran yang matang akan media promosi apakah yang cocok dan efektif, agar persepsi dan image yang ingin disampaikan dapat melekat kuat dibandingkan produk/jasa/ brand lainnya yang sejenis.

“Banyak media promosi yang dapat digunakan dari mulai yang umum hingga unik atau baru, misalnya menggunakan media atau jejaring sosial. Media sosial atau situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan lainnya hingga kini dimanfaatkan sebagai media promosi, yang ternyata cukup efektif dalam memperoleh calon konsumen baru. Ada beberapa bidang yang dapat menggunakan media sosial untuk memperkenalkan produk/jasa/ brand mereka,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, para pebisnis membuat akun-akun pada situs jejaring sosial seperti di Facebook dan Twitter untuk dapat memberikan informasi mengenai produk/ jasa/brandmereka agar bisa lebih dikenal masyarakat. 

“Banyaknya konsumen yang merasakan manfaat dari media sosial untuk memberikan informasi membuat konsumen lebih percaya pada rekomendasi online dibanding iklan promosi umum seperti brosur, katalog, spanduk,dan lain lain,” terangnya.

Misalnya dalam sektor pariwisata banyak orang yang menggunakan internet untuk merencanakan perjalanan wisata mereka, dari tujuan berlibur, hotel yang nyaman untuk menginap, hingga kuliner apa yang akan mereka kunjungi saat berlibur.

“Rata-rata mereka memperoleh rekomendasi dari sesama pengguna media sosial atau situs jejaring sosial. Para pecinta pariwisata tidak jarang menggunakan layanan wisata online pihak trip advisor untuk memperoleh informasi mengenai tujuan wisata yang menarik. Media sosial Twitter juga banyak digunakan untuk mencari akun-akun yang berhubungan dengan wisata,” jelasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat (03/12/2021) juga menghadirkan pembicara, Nurchairiyah Harahap (Account Manager at Fuselab Integrated Creative Partner), Muhammad Alvin Al Huda (CEO CV. Huni Raya Group), Clara Marisa Purnamasari (Associate Wealth Planner & International Campus Ambassador), dan Valencia Fergie Pramono (Marcomm Manager at IMS Indonesia).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. [*]

Exit mobile version