Site icon WARTAEVENT.COM

Penipuan Online Semakin Canggih, Berikut Ini Ciri-cirinya

WARTAEVENT.com — Sulawesi. Dalam rangka program Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan webinar mengenai  penguatan keterampilan digital masyarakat Indonesia, #MakinCakapDigital 2024, Selasa, (2/4/2024), di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, dengan tema “Awas Terjebak! Waspadai Penipuan lewat Link Phising”.

Sebagai narasumber dalam webinar ini adalah Dosen UNM dan Relawan Mafindo Makassar Arnidah; Digital Marketing Practitioner & Business Owner Muhammad Dzaki Riana; dan Digital Campaign Specialist & Relawan TIK Semarang Afif Mas’udi Ihwan. Adapun selaku keynote speech adalah Afnan Nur Ilman dan melibatkan komunitas GenBI Komisariat UIN Alauddin.

Baca Juga : Literasi Digital Dibutuhkan Agar Memudahkan Beradaptasi di Era Revolusi Industi 4.0

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Tahun 2023, pengguna internet di Indonesia mencapai 215,62 juta atau setara 78,19 persen dari total populasi Indonesia. Di saat yang bersamaan, pertumbuhan pengguna yang masif ini membuka ruang yang lebih luas terhadap potensi meningkatnya penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), maupun internet.

Pengukuran status literasi digital Indonesia 2023 terhadap 38 provinsi melaporkan bahwa kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan TIK semakin membaik dalam setahun terakhir.

Baca Juga : Hal Ini Dapat Menjadi Pendekatan Setrategis di Literasi Digital

Indeks literasi digital Indonesia di awal 2023 ada di level 3,54 dari skala 1-5. Artinya, secara umum literasi digital masyarakat Indonesia ada di level “sedang”. Indeks tersebut sedikit meningkat dibanding 2020 lalu yang ada di level 3,46.

Dalam pidato kuncinya, Afnan Nur Ilman menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan penggunaan internet secara aman dan produktif telah membawa perubahan besar dalam cara berkomunikasi, belajar, dan bekerja.

Namun, kemajuan tersebut juga memunculkan berbagai tantangan. Tanpa literasi digital yang memadai, kita berisiko terperangkap dalam arus informasi palsu, jebakan privasi, dan ancaman keamanan online.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk meningkatkan aspek literasi digital. Kegiatan ini, kami berharap menjadi langkah awal yang menginspirasi untuk meningkatkan kesadaran dalam hal literasi digital. Mari jadikan Indonesia cakap digital untuk mewujudkan Indonesia yang terkoneksi,” tuturnya.

Baca Juga : Berbekal Literasi Digital, Temani Anak Masuki Dunia Baru Internet

Phising, menurut Arnidah dalam paparannya, diartikan sebagai penipuan online yang dilakukan lewat e-mail, link, website, atau telepon palsu yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Tujuan phising adalah untuk mendapatkan data sensitif calon korban, seperti data rekening bank, username, atau password. Apabila sudah diperoleh, data tersebut akan disalahgunakan pelaku.

“Namun, ada cara membedakan mana yang produk phising dan mana yang asli. Umumnya, nama web phising yang digunakan mirip yang asli. Oleh karena itu dibutuhkan kecermatan membacanya. Lalu, web phising meminta data sensitif atau bisa juga terdeteksi sebagai web yang tidak aman,” katanya.

Baca Juga : 4 Pilar Literasi Digital Agar Netiket Berjalan Masif

Muhammad Dzaki Riana menambahkan, apabila mencurigai adanya sebuah link phising, jangan meng-klik tautan tersebut atau merespons pesannya. Ini adalah langkah pertama dan terpenting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Jika menerima e-mail phising, laporkan ke penyedia layanan e-mail atau lembaga yang disamarkan dalam email tersebut (misalnya, bank atau platform media sosial). “Kemudian, mau lapornya ke mana? Pertama, bisa ke Aduan BRTI Kominfo. Kedua, laporkan ke laman phising Google safe browsing,” ungkapnya.

Baca Juga : Elemen Non Pemerintah Harus Turut Sukseskan Literasi Digital

Sementara itu, untuk mencegah penyebaran link phising, Afif Mas’udi Ihwan menyampaikan pentingnya meningkatkan pemahaman tentang keamanan digital. Menurut dia, beberapa tips aman bermedia digital adalah dengan memahami berbagai konsep dan mekanisme proteksi terhadap perangkat digital maupun terhadap identitas digital dan data diri.

Yang tak kalah penting adalah dengan melakukan perlindungan identitas digital dan data diri.”Untuk meningkatkan pemahaman mengenai keamanan digital, saya sarankan sebaiknya bergabung dan aktif dalam forum maupun komunitas digital,” ucapnya.

Baca Juga : Anak Muda Harus Melek Literasi Digital untuk Cegah Penyebaran Misinformasi

Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (*)

Exit mobile version