Dana pensiun (54%) dan dana darurat (49%) merupakan dua prioritas tujuan finansial, sejalan dengan negara-negara lain, namun dana kesehatan hanya dinyatakan oleh 19% responden, atau yang terendah di kawasan.
Menyiapkan dana pendidikan (40%) menempati urutan prioritas yang jauh lebih tinggi, begitu pula dengan membeli rumah (25%). Keyakinan masyarakat Indonesia tentang kemampuannya mewujudkan tujuan finansial adalah hal yang positif, akan tetapi perlu didukung dengan perencanaan pensiun yang tepat.
Baca Juga : Meraih Sertifikat ISO 27001:2013, Manulife Indonesia Menjamin Ini ke Pelanggannya
Prioritas mereka terhadap dana pendidikan dan rumah, jika tidak diimbangi dengan perhatian yang sama terhadap biaya kesehatan, sementara memenuhi tujuan keuangan jangka pendek, akan dapat dapat menimbulkan masalah di masa depan.
“Oleh kerena itu, Manulife berkomitmen membantu seluruh keluarga Indonesia menyiapkan masa depan mereka dengan memperkecil gap dana pensiun dan proteksi melalui solusi yang kami miliki,” ujar Ryan Charland, Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia.
Inflasi Mengancam Terwujudnya Dana Pensiun
Dalam target finansial individu, hampir dua pertiga responden atau 62% memandang inflasi sebagai ancaman terbesar, diikuti dengan perlambatan perekonomian yang disebutkan 59% responden. Namun, sejalan dengan keyakinan responden akan pertumbuhan pendapatan tahun ini, hanya sepertiga atau 33% responden Indonesia yang memperkirakan penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan sebagai penghambat terwujudnya target finansial.
Sementara itu, penurunan kondisi kesehatan dipandang sebagai hambatan tertinggi ketiga terhadap pencapaian target finansial (35%), tetapi hanya sepertiga responden atau 34% yang menyatakan kekhawatiran tentang kenaikan biaya kesehatan, angka yang terendah di kawasan.
Baca Juga : MiWILL, Asuransi Perlindungan Multi Manfaat Persembahan Manulife Indonesia dan Bank DBS Indonesia
Untuk mewujudkan target finansialnya, 78% responden Indonesia menyebutkan dana tunai dan simpanan bank sebagai instrumen keuangan utama, 45% menyebutkan warisan keluarga, dan 42% menyebutkan skema jaminan pensiun pemerintah.
“Masyarakat Indonesia perlu meminimalkan risiko yang mereka hadapi akibat inflasi dengan memilih instrumen investasi yang tepat dan melindungi diri dengan asuransi. Dana tunai masih sangat diandalkan, namun hal ini membuat masyarakat berisiko terdampak inflasi yang dapat mengurangi nilai uang yang mereka miliki,” kata Ryan.
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Jumat malam menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat setelah sepekan beraktivitas. De’Attic Rooftop di ARTOTEL Living… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Seni lukis kembali mengambil peran sebagai medium dialog lintas budaya. SBY Art Community (SAC) menghadirkan pameran Art… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Menikmati malam di tengah atmosfer seni dan budaya Jakarta kini mendapat pilihan baru melalui The Late Shift… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Novotel Jakarta Cikini berkolaborasi dengan Ocean Mattress & Sleep Solution menggelar… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kawasan Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi ruang perayaan kebersamaan masyarakat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Langit Jakarta menjadi ruang pertunjukan teknologi dan kreativitas saat 1.500 drone diterbangkan secara terkoordinasi di kawasan Bundaran… Read More
Leave a Comment