Pentingnya Ketegasan AS dan Kekompakan BOP untuk Mensukseskan Misi Perdamaian di Gaza
Koordinasi intensif dilakukan dengan Markas Besar United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Lebanese Armed Forces (LAF), aktor lokal seperti aparat sipil, pemuka agama, dan organisasi masyarakat adlah mutlak guna meredam ketegangan serta mempercepat pengambilan keputusan dalam situasi krisis.
Implementasi Peran Pasukan Garuda dalam Misi UNIFIL
Pasukan Garuda yang tergabung dalam Satgas TNI Konga XXIII-P/UNIFIL memainkan peran penting dalam mendukung stabilitas dan perdamaian di Lebanon Selatan, sesuai dengan mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 Tahun 2006. Implementasi tugas tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan patroli rutin, pengawasan Blue Line (garis demarkasi antara Lebanon dan Israel), deteksi dan pelaporan aktivitas militer ilegal, serta dukungan langsung kepada Angkatan Bersenjata Lebanon.
Pasukan Garuda juga menyelenggarakan layanan pengobatan gratis, kegiatan belajar-mengajar bagi anak-anak korban konflik, pembangunan dan renovasi fasilitas umum seperti masjid dan sekolah, serta pelaksanaan penyuluhan terkait perdamaian dan hidup berdampingan secara damai. Pada saat yang sama Kedutaan Besar RI di Beirut secara rutin juga mengadakan diskusi mengenai masalah geopolitik kawasan Timur Tengah dengan think-tank, dan perguruan tinggi setempat. Adapun nara sumber didatangkan dari Jakarta, antara lain: Menhan Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, M.Si, Staf Khusus Menhan RI Dubes Soemadi Brotodiningrat, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Dubes Andre Hadi, dll.

Capaian lain meliputi pelaksanaan vaksinasi bagi seluruh prajurit, terselenggaranya program kesejahteraan internal seperti layanan kesehatan dan psikologis, serta keberhasilan berbagai proyek yang diapresiasi oleh pemerintah lokal dan penduduk. Hubungan harmonis dengan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mempertahankan keberlanjutan misi jangka panjang. Di samping itu, berbagai bentuk diplomasi informal seperti pertandingan olahraga, festival budaya, dan bakti sosial juga memperkuat peran pasukan sebagai duta perdamaian dan persahabatan. Pasukan TNI pernah mempertunjukan sendratari Ramayana di Candi Baalbek, Lebanon.
Patut dicatat bahwa selama masa penugasan (2006 sampai sekarang), Satgas berhasil melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan oleh PBB dengan baik. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan profesionalisme dan dedikasi prajurit TNI dalam menjalankan misi perdamaian dunia, tetapi juga mengukuhkan citra positif Indonesia di kancah internasional sebagai negara yang aktif dalam menjaga stabilitas global.
Keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai pihak telah berkontribusi signifikan terhadap stabilitas di wilayah Lebanon Selatan.
Prestasi dan penghargaan yang diberikan langsung dari Force Commander UNIFIL kepada Kontingen Garuda selama penugasan menjadi bukti nyata bahwa Pasukan Garuda mampu menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi serta menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi penerus untuk terus meningkatkan kapasitas dan semangat pengabdian dalam setiap misi perdamaian dunia yang akan datang.
Akhirulkalam, apabila AS dan Israel tidak mau menerima mendengar persyaratan dan saran-saran Indonesia, sebaiknya Indonesia ”cabut saja” dari BoP. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Penulis : Bagas Hapsoro, Dubes RI untuk Republik Lebanon (2007-2010)
- Editor : Fatkhurrohim
