Site icon WARTAEVENT.COM

Pentingnya Tingkatkan Kecakapan dan Rebut Peluang di Era Digital

WARTAEVENT.com – Gorontalo. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Jum’at (03/12/2021) di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Menjual Jasa dan Karya Lewat Internet”. Dan diikuti oleh 594 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Dosen, Irfan Sophan Himawan; Kepala Jurusan UIN Gunung Djati, Cecep Nurul Ala; Dosen, Astri Dwi Andriani; Blogger & Kreator Konten, Junissa Melvian. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Jurnalis Unik Oke. 

Mengawali paparan, Irfan Sophan Himawan menyampaikan presentasi berjudul “Tren Pekerjaan dan Usaha di Era Digital”. Irfan menyatakan, banyak peluang pekerjaan di era digital, namun tentunya harus dibekali kecakapan digital dan keterampilan lainnya yang menunjang. 

“Contoh seorang kreator konten harus punya story telling yang baik di ruang digital dan kemampuan ini bisa diasah dengan membaca lebih banyak referensi gaya bahasa,” tuturnya. 

Junissa Melvian, pemateri kedua membahas topik “Cara Berinteraksi dan Kolaborasi di Ruang Digital Sesuai Etika”. Junissa mengatakan, penggunaan media sosial (medsos) dapat menimbulkan dampak positif dan negatif sehingga kita harus menyadari dan bisa memilah kedua hal tersebut. 

“Dengan begitu kita bisa memanfaatkan fitur dan kemudahan dalam aplikasi medsos sebaik mungkin dan produktif serta menghindari perbuatan yang memicu efek negatif,” tandasnya. 

Selanjutnya pemateri ketiga Cecep Nurul Alam memaparkan tema “Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Menurutnya, guru yang baik itu mampu menyenangkan dan menggerakkan semangat siswanya. 

“Di era digital ini tenaga pendidik harus memiliki kecakapan dalam mengunduh, mengunggah dan menggugah. Guru bisa mengunduh ilmu-ilmu yang bertebaran di dunia maya dengan bijak dan menggunakannya untuk pembelajaran yang bermakna dan meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik,” tuturnya.  

Astri Dwi Andriani sebagai pemateri pamungkas mengurai topik “Digital Safety”. Astri menjelaskan, seperti halnya hak asasi manusia (HAM), hak-hak digital juga melekat pada setiap warga negara yang terhubung dengan internet. 

Hak digital tersebut yakni hak untuk mengakses, hak untuk berekspresi, dan hak atas rasa aman. “Untuk menciptakan rasa aman, pemerintah memberikan perlindungan berlapis dari hulu hingga hilir, salah satunya di hulu melalui kegiatan literasi digital ini,” tukasnya. 

“Saat memulai usaha, antara memasarkan produk dan mematenkan produk, mana yang harus didahulukan?” tanya Pradita Zahra, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital. 

Menurut Astri Dwi Andriani, keduanya sama pentingnya dan bisa dijalankan secara paralel. “Saat merintis usaha mungkin belum tergambar seberapa menguntungkan produk kita, tapi kalau nanti berkembang dan kita belum daftarkan hak patennya lalu ada yang meniru, jadinya kita sendiri yang rugi,” ucapnya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version