WARTAEVENT.com – Pacitan. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Pacitan pada hari ini Kamis (26/08/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Didik Hartanto, ST, S.Pd.SD, M.Pd, Chusnur Ismiati, S.H, M.M, Khelmy K. Pribadi, M. Si., Oktora Irahadi dan Praseno Nugroho (KOL).
Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Inklusivitas di Dunia Digital”. Dan diikuti oleh 749 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Khelmy K. Pribadi, M. Si. adalah, bagaimana cara menyikapi seseorang yang fanatisme akan agama yang dianutnya sehingga ia menyebarkan ujaran kebencian tentang agama lain yang mengakibatkan saling sindir di media sosial?
Dan bagaimana cara mengedukasi para generasi muda agar bisa membuat konten keagamaan yang menarik dan positif tanpa harus menjelek-jelekkan maupun menyinggung agama lain?
Dan pada saat itu Khelmy K. Pribadi, M.Si. langsung memberikan jawaban, mengapa itu banyak? Dampak demografi Indonesia dan juga karena dampak digital hari ini sehingga bisa berinteraksi dengan siapapun; benteng kebangsaan menjadi salah satu cara untuk menangkal.
Baca banyak sumber pengetahuan sehingga banyak waktu untuk mengkroscek sehingga kita paham dengan prinsip keagamaan bangsa Indonesia yang moderat. Perluas pergaulan melalui pemanfaatan dunia digital.
Gunakan peluang di dunia digital sebanyak mungkin dengan mengkomparasikan atau membandingkan berbagai sumber. Dengan hal tersebut, dapat menemukan perspektif lain.
Konten yang menjelekkan satu kelompok dibanding kelompok lain, kita wajib berhati-hati; kita juga bisa menjadi ‘rem’ jika terjadi di kalangan terdekat seperti keluarga, bisa juga kita melaporkan konten yang memang mengandung konten negatif seperti menjelek-jelekkan agama lain.
Netizen yang memiliki resiliensi atau tangguh jika sudah tangguh maka akan lebih tanggap. Tanggap berarti berani melapor.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]