WARTAEVENT.com – Jakarta. Memilih sekolah yang tepat untuk anak tercinta bukanlah hal yang mudah untuk orang tua. Ada berbagai pertimbangan yang dipikirkan, apalagi jika buah hati punya kebutuhan khusus. Sekolah inklusi bisa jadi salah satu pilihannya.
Dilansir dari laman Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, definisi sekolah inklusi adalah sekolah biasa atau reguler yang menyediakan sarana dan prasarana serta guru pendamping untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) belajar bersama-sama dengan peserta didik normal atau yang tidak memiliki kebutuhan khusus.
Orang tua benar-benar harus memahami anak sebelum mengirimnya ke sekolah inklusi. Setidaknya potensi dan hal yang perlu dikembangan dari anak sudah dipahami. Selain itu, orang tua juga harus melihat apakah anak selalu membutuhkan pendamping.
Baca Juga : Perempuan Indonesia Inspiratif: Aktivisme Yenny Wahid, Ingatkan Pada Perjuangan Gus Dur
Kesiapan anak untuk masuk sekolah pun sebaiknya dipertimbangkan. Kesiapan lahir dan batin dari anak sangat penting dalam menerima pelajaran di sekolah. Jangan sampai hanya karena umur dan keinginan orang tua, anak dikirim ke sekolah tanpa pertimbangan.
Hal lain yang orang tua bisa lakukan saat memilih sekolah inklusif adalah melihat langsung sekolah yang ingin dituju. Atau, mengobrol dengan perangkat sekolah, seperti kepalah sekolah atau guru-guru.
Pastikan kurikulum atau sistem pendidikan sekolah sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Hal ini penting karena berkaitan dengan kecocokan anak dalam belajar dan bagaimana menstimulasi mereka dalam proses kegiatan pembelajaran.
Selain itu, cari tahu apakan anak mendapatkan pelajaran dan ujian yang sama dengan anak lainnya. Dari sini, orang tua bisa tahu apakah sekolah menyesuaikan dengan kebutuhan atau hambatan anak.
Orang tua juga dapat menanyakan keberadaan guru pendamping khusus (GPK). Pendamping biasanya dipasangkan dengan guru kelas pada umumnya dan membantu dalam pemberian layanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus.
Meski begitu, GPK biasanya tidak setiap saat mendampingi anak. Selain kehadiran GPK, orang tua bisa melihat dinamika bila sekolah mencampurkan anak berkebutuhan khusus dan anak yang tidak berkebutuhan khusus.
Baca Juga : Integritas vs Intelektualitas, Mana yang Lebih Diharapkan Ada pada Pemimpin Perempuan?
Pastikan juga sekolah menyambut anak-anak berkebutuhan khusus dengan segala kemampuan, usia, dan kebutuhan personalnya. Sehingga, anak-anak dapat berkembang, berekspresi, dan belajar dengan maksimal.
Bagaimana pun, mendapatkan akses pendidikan adalah hak seluruh anak Indonesia. Hal ini pernah dikatakan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.
Baca Juga : Terinspirasi dari Hasil Bumi dan Perempuan, Ni Kadek Eka Citrawati Ciptakan Produk Kecantikan Berbahan Alami
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu menyatakan bahwa pendidikan adalah hak dan kebutuhan dasar bagi seluruh anak Indonesia secara merata. Pendidikan ini yang nantinya akan mewujudkan pembangunan karakter dan pembangunan nasional.
Puan selalu mendukung anak-anak dengan segenap kemampuan mereka mendapatkan pendidikan yang efektif dan sesuai. Tenaga didik dan infrastruktur sekolah juga dikembangkan agar akses pendidikan di Tanah Air merata. [*]
- Penulis : Anya Putri dari Gerakan Perempuan Indonesia Satu
- Photo Ilustrasi : Freepik