WARTAEVENT.com – Jakarta. Proyek NSLIC/NSELRED kembali menggelar event Temu Bisnis Internasional lainya untuk membuka akses pasar nasional dan internasional bagi petani rempah.
Dalam event temu bisnis kali ini dibai menjadi 2 kategori, pertama, Temu Bisnis Internasional yang menghubungkan UKM lokal dan petani rempah dengan pembeli mancanegara secara daring.
Baca juga : Jalur Rempah, Upaya Membangun Literasi Rempah Nusantara Untuk Diakui UNESCO
Kedua, Temu Bisnis Nasional dan Expo Rempah yang menghubungkan petani rempah lokal dari UKM Sulawesi dengan pembeli domestik besar. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan perempuan dan laki-laki di daerah serta memperkuat daya saing serta kewirausahaan UKM Lokal.
Mark Strasser, Chargé d’affaires a.i Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia menyampaikan, Kanada sangat bangga dan mendukung upaya Indonesia dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan bagi perempuan dan laki-laki yang miskin, dan meningkatkan iklim investasi serta memperkuat pembangunan ekonomi lokal di 28 kabupaten di Indonesia – dari Sumatera hingga Papua Barat.
Baca Juga : Yuks, Menelusuri Kekayaan Sejarah Jalur Rempah Kerajaan Sriwijaya
Ia pun mengungkapkan kepuasannya karena tema event ini sejalan dengan program Pemerintah Indonesia, yaitu Spice Up the World. Keterlibatan sektor swasta dalam semua kegiatan ekonomi ini sangat penting untuk keberhasilan dan keberlanjutan inisiatif akses pasar ini.
“Hal yang sama pentingnya adalah pemerintah dapat berperan dalam memfasilitasi dan mendukung ekosistem yang memungkinkan untuk menjalin koneksi bisnis,” urai Mark Strasser.
Sementara itu Peter Walton, Direktur Proyek NSLIC/NSELRED menjelaskan, senang sekali dapat menjadi bagian yang terdepan dalam menumbuhkan pendapatan bagi petani dan UMKM Indonesia, baik perempuan dan laki-laki, melalui peningkatan akses ke pasar nasional dan internasional untuk produk lokal, dalm hal ini rempah-rampah legendaris dari Sulawesi.
“Melalui upaya bersama seperti ini lah dengan dukungan pemerintah dan sektor swasta, hubungan bisnis jangka panjang akan tercipta dan kehidupan orang-orang yang miskin dan kurang beruntung akan ditingkatkan. Kanada dengan senang hati memainkan peran kecilnya melalui Proyek NSLIC/NSELRED,” jelasnya.
Baca Juga : Di Ciawi, Jangan Lupa Menu Bebek Goreng Rempah dan Brownies Cokelat
Dikesempatan yang sama, Fetty Kwartati, CEO PT Sarinah mengungkapkan, kolaborasi dengan begitu banyak institusi terkemuka akan memperlancar jalur menuju perdagangan rempah-rempah global.
“Pengaturan fasilitasi perdagangan dan bisnis kami yang baru dan inovatif sebagian besar dirancang untuk mengekspor brand domestik yang dikurasi tinggi termasuk rempah-rempah, herbal, dan produk kesehatan,” terangnya.
Baca Juga : Bukan Perkara Mudah, Gado-Gado Boplo Beri 4 Tips Agar Anak Kenal Kuliner Nusantara
Selain itu, Sarinah sebagai mitra Proyek NSLIC/NSELRED yang memiliki visi membina UKM dan produk-produk unggulan yang unik dari berbagai daerah di Indonesia dapat membawa dan memperkaya pengembaraan rempah-rempah Sulawesi ke dunia luar.
Diharapkan, Sarinah yang memiliki sumber daya, manajemen, jaringan, serta sebagai BUMN terdepan di bidang ritel ini dapat mempengaruhi pembuat kebijakan untuk mengkurasi dan memasarkan rempah-rempah Indonesia ke dunia.
Ada 10 kelompok yang terlibat dalam kegiatan temu bisnis ini beranggotakan lebih dari 14.000 petani dengan luas lahan tanaman pala, lada, maupun cengkeh sebesar lebih dari 21.000 hektar.
Baca Juga : Pameran Ini di Mesir Catat Potensial Transaksi Rp46,40 Miliar
Untuk mengeksplorasi ide-ide dan pengetahuan baru tentang pasar rempah, acara Temu Bisnis Internasional maupun Temu Bisnis Nasional juga menyajikan dua talk show dengan mengundang narasumber dari Kementerian, Atase Perdagangan dari Kedutaan Besar Indonesia di Jerman, Belanda, UEA, India, dan Mesir, termasuk juga PT Sarinah dan sektor swasta.
Bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan PT Sarinah, Proyek NSLIC/NSELRED telah mendampingi kelompok tani dari Pulau Siau, Minahasa Utara, Minahasa, Minahasa Selatan, Bone, Bulukumba, Sinjai, Enrekang, Luwu, dan Luwu Timur untuk menyiapkan informasi, data dan spesifikasi terkait rempah-rempah dan menerbitkan katalog produk rempah-rempah dalam mempermudah proses temu bisnis dan penjualan. [*]
- Editor : Fatkhurrohim