Site icon WARTAEVENT.COM

Puan Maharani Menghadap Presiden Joko Widodo, Ini Isi Pertemuannya

WARTAEVENT.com – Jakarta. Belum lama ini, Puan Maharani, Ketua DPR RI dan sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara menghadap Presiden Joko Widodo ke Istana Negara. Pertemuan tersebut mambahas penanganan pandemi Covid-19.

Dalam pandangan Puan Maharani, Presiden Jokowi diminta untuk meningkatkan kinerja dalam hal penanganan pandemi Covid-19 dalam bentuk kebijakan yang solid, implementasi yang bersinergi dan adanya holding statement yang sama.

Baca Juga : Kiprah Puan Maharani, Warisan Gemblengan Taufik Kiemas

Putri Megawati Soekarno Putri itu pun menegaskan komitmennya bahwa DPR siap membantu pemerintah untuk bahu membahu menangani pandemi Covid-19. 

Melihat hal itu, banyak yang menilai kedekatan antara Presiden RI Jokowi dengan Puan Maharani.Kedekatan antara Puan Maharani dan Jokowi dinilai erat. Pasalnya, beberapa kali kebijakan pemerintah dibicarakan dari dua tokoh ini.

Baca Juga : Media Sosial, Pemimpin dan Masyarakat

Meski demikian, Puan pun dinilai kerap mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi yang sifatnya membangun. Ccontoh, Puan beberapa minggu ini mendesak pemerintah agar melakukan langkah konkrit dengan membuat terobosan baru membangun RS lapangan dan mengaktifkan kapal RS TNI Angkatan Laut. Begitu juga membangun sistem perlindungan nakes.

“Kesehatan mental nakes merupakan isu yang vital dan mendesak untuk diperhatikan pemerintah. Dengan tekanan kerja yang begitu besar, para nakes membutuhkan perlindungan fisik dan mental lebih besar lagi dari hari-hari biasa mereka bekerja,” tutur Puan.

Lalu pernyataan Puan soal kebijakan PPKM Darurat harus memberikan pemahaman yang konstruktif ke masyarakat, dan berdasarkan data dan fakta dalam memberikan kepastian ke publik.

Puan juga memperingatkan pemerintahan Jokowi untuk memperbaiki komunikasi publiknya. Sebab, banyaknya menteri yang bicara dinilainya membuat bingung masyarakat. “Perbaiki komunikasi publik, termasuk kejelasan siapa yang pegang komando komunikasi ini, terutama terkait dengan keputusan pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga : Pak Tomo, Marketing Kopi Robusta Banjir Order Dimasa Covid-19

“Kepastian dan kepercayaan kepada otoritas adalah dua hal yang sekarang semakin penting dan sangat dibutuhkan rakyat. Tumbuhkan dukungan rakyat dengan menjadi otoritas yang bisa dipercaya. Kalau rakyat percaya, program pemerintah akan otomatis diikuti,” lanjutnya.

Bangun Komunikasi Politik

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, meyakini Puan memiliki maksud dan tujuan tertentu. Ia melihat pesan politik yang coba disampaikan Puan adalah partai-partai politik, khususnya yang berkoalisi, agar ikut dilibatkan dalam mengeluarkan kebijakan pandemi Covid-19.

Namun, ia melihat sedikit keanehan karena yang dikritik Puan adalah Jokowi, yang tak lain juga merupakan kader PDIP.

“Pasti ada maksud dan tujuannya karena agak sumir, lucu, aneh gitu sesama teman partai mengkritik secara terbuka. Apa pun tujuannya, Puan adalah kader PDIP, orang penting, anaknya Megawati yang saat ini jadi Ketua DPR,” ujar Adi.

Adi melanjutkan, kalau mengkritik presiden pasti ada tujuannya. Bisa jadi pesan politiknya, jangan sampai keputusan politik pemerintah tidak dibicarakan di koalisi. Sekalipun Jokowi presiden, tidak serta merta hanya dibicarakan level menteri. 

“Tapi partai-partai butuh diajak bicara, terutama distribusi kewenangan siapa yang harus bertanggung jawab selama pandemi agar orangnya enggak itu-itu saja,” imbuhnyanya.

Baca Juga : 5 Fitur Smartphone untuk Metode Belajar Daring

Adi melihat Puan ingin memberikan diferensiasi politik. Dengan menggambarkan Puan yang juga Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP itu sebagai seseorang yang berani mengkritik, sekaligus yang dikritik adalah teman separtainya.

“Puan ingin dia memiliki karakteristik politik. Apa? Dia berani bicara, kritik, sekalipun yang dikritik teman partainya. Dalam politik itu biasa, sebagai pengingat ke publik dia pemimpin yang layak,” tutup Adi. [*]

Exit mobile version