Site icon WARTAEVENT.COM

Rata-Rata Generasi Muda Kurang Memahami Budaya Digital di Media Sosial

https://www.freepik.com/free-photo/group-diverse-people-with-block-chain-cryptography_3687010.htm

WARTAEVENT.com – Trenggalek .Semakin banyaknya teknologi baru yang dikenalkan kepada masyarakat, maka beberapa teknologi masa lalu otomatis akan ditinggalkan. Sayangnya, rata-rata generasi muda sekarang kurang memahami budaya digital di media sosial.

Bidang komunikasi mengalami perkembangan paling pesat ketika bicara soal digitalisasi. Pada masa lalu, untuk bisa terhubung dengan orang lain yang berbeda tempat harus menggunakan handphone dengan mengandalkan komunikasi antar kartu SIM.

Satya Yozi Saputra, YouTube Host & Former Account Executive of HASH Entertainment menjelaskan, perkembangan komunikasi di era digital mulai terjadi dengan hadirnya smartphone yang memiliki fitur sangat canggih. 

Baca Juga : Saring Before Sharing, Hal Dasar dalam Dunia Digital

Salah satu bagian yang paling utama adalah fungsi internet yang menjadi jauh lebih maksimal dan dimanfatkan untuk komunikasi agar terhubung dengan orang lain. Dengan adanya smartphone perkembangan media sosial sangat tinggi. 

“Tidak bisa dipungkiri, pasar terbesar pengguna media sosial adalah para anak-anak muda. Generasi millennial pada umumnya, merupakan pengguna terbesar dan paling aktif media sosial. Dari merekalah sebuah tren terbentuk dan tercipta,” katanya dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 pada hari ini Kamis (03/06/2021) di Trenggalek, Jawa Timur 

Satya menerangkan, rata-rata generasi muda ini kurang memiliki pemahaman tentang budaya digital. sehingga banyak hal-hal yang terjadi dalam bermedia sosial, seperti ujaran kebencian dan penyebaran hoax. 

Oleh karena itu, sudah saatnya kita bijak dalam bermedia sosial. Menciptakan ruang-ruang toleransi dalam bermedia sosial. Menggunakan media sosial dengan secukupnya dan seperlunya.

“Toleransi tidak mengartikan kurangnya komitmen seseorang pada kepercayaannya. Melainkan hal itu mengutuk penindasan dan penganiayaan terhadap orang lain,” ujarnya.

Baca Juga : Media Sosial Dapat Menjadi Alat Promosi Bisnis

Sementara itu Putri Adelia Natasha, Social Media Specialist menjelaskan, akselerasi transformasi digital tidak hanya terkait aspek teknis budaya, tetapi juga aspek keamanan.

Ini penting untuk menghindari permasalahan dari dunia digital. Perlu melakukan internet sehat yang di mana cara berperilaku yang beretika saat mengakses suatu informasi dari internet atau melakukan kegiatan online.

“Gerakan internet sehat muncul karena aktivitas internet saat ini masih terbilang bebas tanpa ada aturan hukum yang ketat. Banyaknya aktivitas internet secara ilegal ini membuat internet menjadi teknologi yang dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” paparnya. [*]

Exit mobile version