Site icon WARTAEVENT.COM

Raysha dan Sunrise Art Gallery, Kembali Galang Dana untuk Individu Autistik Keluarga Pra-sejahtera

WARTAEVENT.com – Jakarta. Di usia 2,5 tahun Raysha, didiagnosa severe autism dengan indikasi adanya keterlambatan bicara dan berkembang. Namun hal tersebut bukan akhir dari segalanya. Justru semakin mewujudkan segala mimpi-mimpinya melalui kelebihan yang dimilikinya yaitu melukis. 

Melukis yang semula sebagai salah satu media bentuk terapi motoriknya, malah membuahkan hasil karya seni yang artistic. Hebatnya, lukisan Raysha tidak hanya berdampak bagi dirinya, namun memberi kontribusi positif juga bagi teman-teman individu autistik lainnya dari keluarga pra-sejahtera.

Baca Juga : Goresan Warna Penuh Cinta dari Raysha DIdedikasikan ke Yayasan Rumah Autis Pra-Sejahtera

Raysha Management Team dan Sunrise Art Gallery menghadirkan A Charity Art Exhibition, bertajuk Dare to DreamDare to ShineDare to Sharedi Sunrise Art Gallery di Fairmont Hotel Jakarta, yang dibuka untuk publik mulai hari ini Jum’at 05 Maret – 4 April 2021 mendatang. 

Banyak yang tak menyangka bahwa karya-karya tersebut merupakan guratan kreativitas dari seorang Raysha, yang juga merupakan individu autistik dengan diagnosa severe autism.

Baca Juga : LSPR Galang Dana untuk Penyandang Autism Spectrum Disorder

Melalui lukisan, Raysha membagikan perspektif yang tak biasa untuk dapat dinikmati oleh banyak orang. Tujuannya adalah mengkampanyekan keberadaan seorang individu autistik yang berkomunikasi melalui beragam terapi, salah satunya melalui karya lukis.

Produktif Dimasa Pandemi

Dalam seminggu Raysha dapat menghasilkan karya lukisan yang baru.

Pelukis remaja bernama lengkap Raysha Dinar Kemal Gani ini adalah Putri bungsu dari Prita Kemal Gani—Founder & CEO LSPR Communication and Business Institute dan Kemal Effendi Gani–Pemimpin Redaksi Majalah SWA. 

Baca Juga : Goresan dan Komposisi Warna untuk Penggalangan Dana Anak Autis

Prita mengakui bahwa hobi melukis Raysha baru tampak setahun belakangan. “Raysha sebenarnya lebih menyukai aktivitas di luar ruangan. Namun karena pandemi, ia mendapat pelatihan melukis yang ternyata sangat dinikmatinya. Dalam seminggu Raysha dapat menghasilkan karya lukisan yang baru,” ujar Prita.

Ibunda Raysha kembali menambahkan, individu dengan gangguan sindrom autisma  mampu menanggulangi autistiknya apabila ia mampu mandiri, menolong diri sendiri, dan orang lain. 

Baca Juga : Menerima dan Memahami Individu Autistik

“Raysha belum bisa melakukan sepenuhnya poin pertama dan kedua. Namun, melalui pameran ini, dia sudah bisa melakukan poin yang ketiga, yaitu menolong orang lain,” ujarnya.

Dengan dukungan keluarga dan Raysha Foundation, acara tersebut sukses dan beberapa lukisan Raysha dikemas pula dalam bentuk merchandise yang dapat dibeli bebas oleh publik melalui platform e-commerce. 

Baca Juga : Drama Musikal Cinta Sejati Persembahan Remaja Berkebutuhan Khusus

Melalui Raysha Foundation, hasil dari penjualan merchandise tersebut, disalurkan untuk membantu kebutuhan terapi anak-anak dengan autism dari keluarga pra-sejahtera. [*]

Exit mobile version