Site icon WARTAEVENT.COM

Sadarilah Cyberbullying Sering Terjadi di Sekitar Kita

WARTAEVENT.com – Polman. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Rabu (01/09/2021) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. 

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Mencegah, Menghadapi, dan Melawan Perundungan Digital”. Dan diikuti oleh 666 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Finneke Wolojan selaku penulis dan fotografer, F. X. Lilik Dwi Mardjianto selaku Ketua Program Studi Jurnalistik UNM, Nur Rezkowati selaku dosen STIE Widya Darma Kotamobagu, serta Lois Merry Tangsel selaku pemengaruh.

F. X. Lilik Dwi Mardjianto, sebagai pemateri pertama membahas tema “Keterampilan Digital”. Lilik menjelaskan, level keterampilan digital yang terdiri dari tingkat dasar dan lanjut disertai dengan jenis-jenisnya. 

“Janganlah kita menggunakan keterampilan digital untuk hal-hal buruk, seperti menghasut, membuat hoaks, dan perundungan daring,” pesan Lilik.

Pemateri kedua, Finneke Wolojan mengangkat topik “Perundungan Siber Kepada Anak-anak”. Ia mengatakan, jika seseorang tertawa terbahak-bahak, sedangkan kita hanya diam dan merasa tersinggung, maka hal itu dapat dikategorikan cyberbullying. 

Finneke pun menjelaskan dampak dari perundungan siber, salah satunya adalah depresi hingga keinginan untuk bunuh diri. 

Sementara itu, Nur Rezkowati, mengulas tentang “Literasi Digital bagi Tenaga Didik dan Anak Didik di Era Digital”. Ia mengatakan bahwa pandemi Covid-19 merupakan tantangan yang terjadi pada literasi digital karena semua orang dituntut untuk mampu menggunakan digital sebagai media yang digunakan sehari-hari. 

Nur melanjutkan pemaparan dengan menjelaskan macam-macam literasi digital dan sejumlah upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi digital.

Sebagai pemateri pamungkas, Lois Merry Tangel, membawakan tema mengenai “Perundungan Siber”. Lois menjelaskan bahwa ruang publik sudah berpindah menjadi ruang digital karena keduanya memiliki komponen-komponen yang sama. 

Ia juga mengatakan, adanya kebebasan berekspresi di media sosial memunculkan beberapa profesi baru yang tanpa kita sadari kita mulai melakukannya, di antaranya reporter, penulis, dan komentator. Lois melanjutkan sesi pemaparannya dengan memberikan sejumlah jenis-jenis perundungan siber.

“Apakah online course (mata pelajaran daring) dapat meningkatkan keterampilan saat akan melamar pekerjaan?” tanya Willie Syaputra, salah seorang peserta webinar. 

Menurut Lilik, hal tersebut tentunya dapat meningkatkan dan pemerintah juga telah mencanangkan program mata pelajaran jarak jauh, sehingga mahasiswa dapat mengambil mata kuliah tersebut secara terpisah. Salah satu contohnya adalah Coursera. 

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version