Site icon WARTAEVENT.COM

Sapta Nirwandar: Aturan 8 Hari Karantina untuk Wisman, Event WSB Mandalika Diprediksi Sepi Penonton

WARTAEVENT.com – Jakarta. Terkait adanya wajib karantina selama 8 hari bagi wisatawan mancanegara diprediksi akan mengurangi minat masyarakat dunia untuk menonton event World Superbike (WSB) yang hanya berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 19-21 November 2021 mendatang di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB.

Menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabinet Indonesia Bersatu II ini, aturan karantina selama 8 hari memang yang menjadi tantangan.

Baca Juga : Tahun Ini, Kawasan Mandalika Siap Jadi Venue 5 Event Internasional Sport Tourism

“Siapa yang mau acaranya 3 hari di karantina 8 hari apalagi dengan biaya sendiri,” tutur Menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabinet Indonesia Bersatu II, saat diwawancarai, Rabu, 6 Oktober 2021.

Aturan ini, imbuh Sapta, memang menjadi tantangan. “Indonesia kenapa ngambil 8 hari, alasannya supaya aman, tapi memang betul setiap orang yang conference 3 hari kan nggak mungkin dia karantina 8 hari. Kan berarti dia harus stay 11 hari,” ungkapnya.

Baca Juga : Demi MotoGP 2021, ITDC Percepat Pembangunan Sirkuit Mandalika

Meski demikian, Sapta mengakui bahwa dirinya bukan dokter dan tidak memiliki kompetensi di bidang kesehatan. Tetapi, bila dibandingkan dengan beberapa negara memang waktu 8 hari agak lama.

Adapun di sejumlah negara, karantina hanya dilakukan selama 3 hari seperti Kanada apabila yang bersangkutan sudah divaksin serta di tes PCR.

“Kalau vaksinnya jenis tertentu, itu nggak pakai karantina. Terus ada yang kayak Turki, itu yang penting sudah PCR, sudah vaksin ya masuk. Kecuali kalau di tes dia positif ya di karantina.

Sapta berpendapat, aturan karantina selama 8 hari ini menghambat atau mengurangi wisatawan datang ke Indonesia. Apalagi kalau setelah mereka pulang harus dikenakan lagi karantina yang sama di negaranya seperti Australia.

“Tapi kalo pragmatis seperti Turki, Kanada, Amerika Serikat bahkan juga ada beberapa negara itu relatif pendek dan kedua dia kalo sudah vaksin dan PCR dia bebasin,” pungkasnya.

Baca Juga : Mandalika Diusulkan Jadi Destinasi Wisata Olahraga

Dalam wawancara terpisah, Pengamat sekaligus Ahli Strategi Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi menilai, aturan karantina 8 hari yang diberlakukan pemerintah untuk wisatawan internasional tidak relevan.

Sebab pelaksanaan event World Superbike WSBK hanya berlangsung 3 hari saja. “Dengan adanya PCR, saya rasa itu sudah menjadi jaminan bahwa protokol kesehatan itu sudah dilaksanakan. Ketentuan karantina 8 hari harus ditinjau ulang,” sebut TR panggilan akrabnya.

Baca Juga : Kemenpar Dorong Percepatan Penyusunan Integrated Tourism Masterplan di Mandalika

Harapan yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi. Ia berharap kebijakan itu bisa ditinjau kembali. Karena pada prinsipnya, tingkat vaksinasi oleh Pemerintah Provinsi TNI-Polri dan sebagainya sudah menunjukkan hasil yang bagus.

“Vaksin pada hari ini di Lombok Tengah sudah 70% lebih. Kemudian Mataram sudah 80%,” sebut Yusron. [*]

Exit mobile version