Site icon WARTAEVENT.COM

Saring Before Sharing, Hal Dasar dalam Dunia Digital

WARTAEVENT.com – Bangkalan. Saring before sharing menjadi hal dasar bagi setiap orang yang untuk memahami dunia digital. Anak muda lebih cepat belajar menangkap apa saja yang terjadi dalam dunia digital. Sementara yang telah berumur malah bingung.

Hal ini diungkapkan oleh Allyvia Camelia, Dosen Prodi Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (LiDi) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarkan oleh Kominfo di Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (02/06/2021).

Baca Juga : Membangun Etika dan Moral Anak Remaja Melalui Literasi Digital

“Orang-orang tua atau bahkan yang dipedalaman juga perlu literasi digital. Yang dasar saja, agar gampangnya untuk menjalani kebutuhan sehari-harilah,” ujar Allyvia.

Muhammad Nafik, Ketua Inkubasi UNAIR menekan beberapa keterampilan yang harus dimiliki di era digital. Di antaranya kemampuan memecahkan masalah, kemampuan koordinasi, negosiasi persuasi, mentoring, kepekaan, kemampuan skill active listeninglogical thinkingdan lainnya.

“Era digital ini orang bisa di mana saja. Orangnya memang tidak bisa kemana-mana, tapi bisa berada di mana-mana. Jadi maksimalkan saja. Kalau nggak melek ya artinya ingin mati, tapi kalau mau hidupnya panjang ya harus berubah mengikuti teknologi,” tutur Nafik.

Sementara itu Rendy Herdiansyah, Content Creator Instagram pun menyebutkan, untuk bisa berkarier di sosial ada do and don’tyang harus dilakukan. Bersikap kreatif, tentukan arah pencitraan diri yang ingin kita bangun dan buat kolaborasi. 

Ketiganya sangat penting untuk membangun diri di dunia digita. Sementara itu janganlah menyebar atau membuat hoax, tutur kebencian/bullyingdan mencuri karya orang lain.

“Amati, Tiru, Modifikasi (ATM) itu penting. Konsep boleh agak sama, tapi tidak sama persis. Nggak usah mikir kejauhan, cukup maksimalkan gadget yang kalian punya. Apalagi sekarang udah modern, kamera HP udah lebih dari 3 harusnya bisalah,” ungkap Rendy.

Baca Juga : Baru 13 Persen UMKM Melek Digitalisasi, Kini Saatnya UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Transformasi Digital

Vivi Lutviana, Key Opinion Leader (KOL) menjelaskan, jangan pernah minder untuk membuat perubahan diri sendiri. Era sekarang memaksa kita untuk lebih sigap beradaptasi dan hal tersebut bukan masalah besar.Berevolusi menjadi lebih baik akan mendatangkan keuntungan dan self-improvement yang tak bisa kita kira.

“Hal-hal kecil yang kita anggap sepele ternyata bisa saja dicari orang lain. Peluang-peluang kecil bisa mempertemukan kita dengan dunia yang lebih luas. Saya memanfaatkan semua teknologi yang ada,” ujarnya. [*]

Exit mobile version