Site icon WARTAEVENT.COM

Sebelum Gunakan PayLater, Lebih Baik Kenali Dulu Sistemnya

WARTAEVENT.com – Bone. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Rabu (29/09/2021) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Awas Tekor! Pintar dan Bijak Bertransaksi Digital”. Dan diikuti oleh 623 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Musafirah Syam selaku Expert Rumah BUMN Telkom Pare-pare, A. Firmannamal selaku praktisi Kehumasan Kementerian Sekretariat Negara RI, Tiara Taradipa selaku pemengaruh, dan Iradat Wirid selaku peneliti Center for Digital Society.

Musafirah Syam, yang didapuk sebagai pemateri pertama memaparkan tema “Nontunai”. Fira menuturkan, jenis pembayaran nontunai terdiri dari pembayaran berbasis elektronik dan pembayaran berbasis kartu.

Adapun aplikasi dompet digital yang paling populer saat ini adalah Gopay, OVO, dan Shopeepay. “Kekurangan sistem non tunai adalah adanya risiko kejahatan siber,” pungkasnya.

Pemateri kedua, A. Firmannamal mengangkat tema “Memahami Aturan (Etika) Bertransaksi di Dunia Digital”. Firman menunjukkan tangkapan layar percakapan antara pembeli yang yang tidak beretika dengan pedagang.

Ia mengatakan, alasan mengapa berbisnis daring memerlukan etika, di antaranya untuk membangun reputasi, kepercayaan, dan pedoman dalam berhubungan serta berkomunikasi bisnis satu sama lain.

“Contoh etika baik dari sisi penjual maupun pembeli adalah menghindari penggunaan singkatan atau akronim yang tidak umum agar tidak terjadi terjadi miskonsepsi,” terang Firman.

Tiara Taradipa, pemateri ketiga membawakan tema “Mengubah Pola Pikir Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Tiara memulai sesinya dengan memaparkan sejarah budaya digital yang diawali kemunculan internet.

Ia juga menjelaskan materi mengenai gaya hidup konsumtif akibat pola pikir yang konsumtif. “Sesuaikan antara konsumsi dengan jumlah penghasilan agar keuangan lebih sehat dan teratur,” pesannya.

Paparan pemateri terakhir disampaikan Iradat Wirid dengan topik “PayLater: Apakah Aman untuk Semua?”. Iradat memberikan beberapa contoh dari sistem pembayaran paylater yang yang populer di Indonesia seperti OVO PayLater, Gopay PayLater, dan Shopee PayLater.

Ia juga menyajikan tabel yang berisi perbedaan antara sistem paylater dengan kartu kredit, contohnya adalah tenor pada paylater yaitu maksimal 12 bulan sedangkan pada kartu kredit maksimal 36 bulan.

“Ancaman di balik kemudahan pada sistem pembayaran tersebut adalah terjadinya pembobolan akun dan penggunaan data pribadi untuk orang lain,” pungkasnya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version