WARTAEVENT.com – Manado. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Kamis (26/08/2021) di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Menjadi Pendidik yang Cerdas dan Cakap Digital”.Dan diikuti oleh 1.091 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya praktisi teknologi pendidikan, Ubaidillah Fatawi; pegiat literasi, Mursyid Kambayang; pegiat literasi pendidikan, Makbul Moh Jafar; dan narablog, Dewi Rieka.
Ubaidillah Fatawi yang menjadi mukadimah menarasikan tema “Bekal Guru untuk Generasi Alpha”. Menurutnya, pembelajaran daring menuntut para guru untuk memahami penggunaan aplikasi digital sebagai alat bantu belajar, misalnya Canva, Miro, Slido, serta Google Form, dan pandai memanfaatkan aplikasi Google.
Dengan topik bahasan bertema “Internet Aman untuk Anak dan Remaja”, Dewi Rieka menjelaskan, ada dua hal yang perlu diwaspadai dalam penggunaan internet adalah perundungan siber dan child groomingatau upaya membangun hubungan orang dewasa yang bertujuan untuk melecehkan anak.
“Langkah bagi orangtua untuk menjaga keamanan internet anak, di antaranya, turut bergabung dalam aktivitas internet anak, membuat peraturan bersama, serta ajarkan menjaga data privasi. “Kenalkan situs yang aman untuk anak seusianya,” imbuh dia.
Pemateri ketiga, Makbul Moh Jafar, memaparkan materi bertema “Peran Komunitas Akademik dalam Pendidikan di Era Digital”. Menurut dia, komunitas akademik adalah kelompok guru-guru yang memiliki kegiatan webinaruntuk memperkuat literasi tenaga pendidik dalam pengelolaan kelas selama pandemi Covid-19.
Dengan begitu, guru dapat membuat pembelajaran lebih menarik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. “Selain kecerdasan, kemampuan yang juga harus dibentuk pada anak-anak adalah sikap spiritual dan sosialnya,” katanya.
Sebagai narator terakhir, Mursyid Kambayang membahas tema “Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan”. Ia mengatakan, guru dan orangtua memiliki peran penting dalam mengawasi keamanan digital anak, sehingga harus menguasai penggunaan internet.
Selain itu, perlu juga dibuat standar tentang batasan dalam jaringan, keamanan informasi pribadi, serta cara menggunakan situs jejaring sosial. “Orangtua dan guru harus mau mendampingi anak supaya mereka tahu ada yang berbahaya di jari dan tangan mereka,” tuturnya.
Salah satu peserta, Danu Umbara, bertanya tentang penerapan sistem belajar campuran atau blended learning. Menanggapi hal tersebut, Makbul mengatakan, penerapan blended learningmerupakan upaya pemerintah untuk transisi dari pembelajaran penuh daring sejak masa pandemi mengarah ke sistem pembelajaran tatap muka.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]