
WARTAEVENT.com – Pontianak. Penetrasi digital yang luar biasa mengubah cara hidup banyak orang, termasuk dalam berbelanja. Demikian pula kemajuan internet melahirkan banyak peluang baru di bidang bisnis, termasuk jasa kuliner. Namun, keamanan digital tidak boleh diabaikan.
Hal itu menjadi pembahasan dalam webinar bertema “Merintis Bisnis Kuliner Daring”, Senin (7/11) di Pontianak, Kalimantan Barat, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
Baca Juga : Bersaing Bisnis Kuliner di Era Digital, Pelajari Teknik ‘SEO Copywriting’
Webinar ini menghadirkan narasumber, yaitu Humas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Danasmoro Brahmantyo; dosen Desain Media, Komunikasi, dan Film Politeknik Bina Madani Cikarang Yudha Wibisono; serta Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr Soetomo Yuli Zulaikha.
Tingginya penetrasi internet di Indonesia telah banyak mengubah perilaku sehari-hari masyarakat Indonesia, termasuk dalam berbelanja. Per Februari 2022, pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7 juta orang atau setara 73,7 % populasi Indonesia.
Baca Juga : Simak Tips Berikut Ini, Agar Terhindari dari Kejahatan “Skimming”
Besarnya pengguna internet tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital telah mengubah cara hidup sebagian besar masyarakat, termasuk dalam berbelanja yang banyak dilakukan secara online.
“Ini menjadi sebuah peluang baru untuk mengembangkan bisnis secara online, misalnya bisnis kuliner. Pemasaran bisa lewat marketplace karena konsumen lebih menyukai bertransaksi secara online. Selain efisien, juga lebih murah karena terkadang ada tawaran diskon atau bebas ongkos kirim yang diberikan platform marketplace tersebut,” ujar Danasmoro.
Agar bisnis bisa dikenal luas, lanjut Danasmoro, pelaku bisnis sebaiknya tidak ragu untuk masuk dalam ekosistem digital. Promosi sebaiknya memanfaatkan ruang digital, seperti media sosial, karena bisa menjangkau lebih banyak audiens yang berpotensi menjadi calon pelanggan baru.
Terkait pemasaran digital, menurut Yuli Zulaikha, penggunaan bahasa yang baik dan benar sangat dianjurkan. Penggunaan bahasa di ranah digital harus tetap sopan dan santun, sesuai konteks percakapan dan orang yang berinteraksi, tidak mengumpat atau berkata kasar, serta menggunakan tanda baca yang jelas.
Baca Juga : Lindungi Diri, Pahami Mengatur Privasi di Jagad Digital
“Bahasa pemasaran itu sebaiknya merupakan kata-kata yang dapat menarik perhatian calon pembeli sampai mereka membeli produk barang dan jasa yang ditawarkan,” tuturnya.
Sementara itu, menurut Yudha Wibisono, di era digital sekarang ini, pelaku bisnis pun membutuhkan perlindungan siber agar bisnis berjalan aman dan lancar dari gangguan kejahatan siber.
Baca Juga : Mau Bisnis Tanpa Modal? Simak Tips Berikut Ini!
Oleh karena itu, katanya, dibutuhkan keamanan digital untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun luring, dapat berjalan dengan aman. Tidak hanya mengamankan data yang kita miliki, tetapi juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia.
“Beberapa tips keamanan digital adalah menyimpan data secara offline; memilih website yang aman; memastikan koneksi internet aman; menggunakan kata sandi yang kuat berupa kombinasi angka dan huruf; serta gunakan enkripsi pada aset digital,” kata Yudha.
Baca Juga : Perhatikan Jejak Digitalmu Demi Reputasi dan Keamanan Pribadi
Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.
Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. [*]
Editor : Fatkhurrohim