WARTAEVENT.com – Jakarta. Kualitas tidur yang baik memungkinkan kalian untuk terbangun dengan segar, mood yang baik, dan tenaga untuk menjalankan berbagai kegiatan. Untuk mengetahui kualitas tidur, kini dapat dengan mudah dipantau dengan menggunakan smartwatch Garmin.
Beberapa smartwatch Garmin, seperti fēnix 6, vívosmart 4, dan Forerunner 245, telah disematkan fitur pemantauan tidur bernama Advanced Sleep Monitoring (ASM) yang akan menunjukan data selama kamu tidur pada Garmin Connect.
Baca Juga : Melirik Gaya Hidup, Garmin Hadirkan Seri Smartwatch Kekinian
Selain itu, Garmin belum lama ini memperkenalkan fitur Sleep Tracking Widget, yang berfungsi untuk menunjukan matriks tidur kamu pada smartwatch Garmin.
Bagaimana Garmin dapat membantumu memahami kondisi tubuh dengan memantau kualitas tidur? Simak caranya di bawah ini!
Memonitor siklus tidur
Saat tertidur, kita akan menjalani beberapa fase tidur: Non-rapid eye movement (non-REM) dan REM. Non-REM terbagi menjadi tiga tahap, light sleep, light menuju deep sleep, dan deep sleep atau tertidur nyenyak.
Dimulai dengan light sleep, kalian akan memasuki fase deep sleep ketika detak jantung melambat dan semua otot tubuh menjadi rileks. Selain itu, terdapat fase REM, kondisi di mana saraf otak bekerja hampir sama beratnya dengan waktu terbangun.
Baca Juga : Garmin Instinct, Dibuat Sesuai dengan Standar Militer Amerika
Saat tidur, perangkat Garmin dapat mendeteksi fase apa dan berapa lama kalian melalui fase tersebut berdasarkan detak jantung, gerakan tubuh, dan variabilitas detak jantungmu.
Memahami kondisi tubuh berdasarkan data
Smartwatch seperti Garmin dapat memaparkan banyak data yang bermanfaat bahkan penilaian atas kualitas tidur kamu. Misalnya kalian bisa mengetahui berapa lama tidur pada setiap fasenya dan mengetahui seberapa baik kualitas tidur dari hasil sleep score.
Baca Juga : Jam Tangan Canggih Garmin Foreruner 645 Music Ini Cocok bagi Pelari
Bahkan fitur sleep analysis di dalamnya bisa memberitahu apakah akan merasa kelelahan atau segar di hari setelah kamu tidur, pengaruhnya terhadap stress level, dan energi pada tubuh atau body battery.
Mengamati pergerakan ketika tidu
Pernahkah kalian bertanya bagaimana bisa posisi tidur kamu berubah? Mengapa kasur yang pada saat tidur rapi menjadi berantakan di pagi hari? Itu adalah hasil dari pergerakan sendiri karena manusia bisa bergerak saat tidur tanpa disadari.
Baca Juga : Ardhito Pramono Beri Tips Tampil Stylish saat Lebaran
Perlu digarisbawahi bahwa semakin banyak bergerak saat tidur, tandanya semakin tidak memiliki tidur yang berkualitas. Garmin melacak gerakan tubuhmu di malam hari dan menggunakan data tersebut untuk menentukan apakah tidurnya berkualitas.
Memantau Pernapasan saat Tidur
Pernapasan yang baik akan membawa kualitas tidur yang baik pula. Ketika tertidur, sistem pernapasan dapat dilacak lebih baik karena kita tidak terlalu banyak menggerakan tubuh. Dengan memantau pernapasan saat tidur, kalian bisa melihat rata-rata tingkat pernapasanmu setiap menitnya.
Baca Juga : Dilarang Mudik, Yuk Dekorasi Rumah untuk Lebaran Idul Fitri
Meski bukan alat medis yang diakui sebagai alat ukur kesehatan atau acuan data saat melakukan pemeriksaan ke rumah sakit, Garmin adalah perangkat yang dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan kapanpun dan dimanapun.
Mengukur Saturasi Oksigen pada Darah
Pemantauan saturasi oksigen pada darah atau SpO2 seringkali dibutuhkan oleh pendaki gunung atau penyelam. Namun, memantau SpO2 juga penting untuk masyarakat di berbagai kalangan.
Baca Juga : 5 Kesalahan Mencuci Berakibat Fatal Buat Pakaian
Pasalnya, SpO2 membantu mengetahui seberapa baik kinerja jantung untuk memonitor dan memperbaiki kesehatan secara menyeluruh. Bahkan di tengah pandemi saat ini, penurunan SpO2 menjadi salah satu gejala penderita Covid-19 yang tidak bisa dirasakan secara langsung.
Smartwatch seperti Garmin menyediakan fitur Pulse Ox yang bisa memantau SpO2 selama 24 jam, termasuk saat tertidur. [*]
- Penulis & Editor : Fatkhurrohim
- Photo Utama : dcrainmaker