Categories: News

Sudah Tepatkah UU ITE? Ini Jawabannya

WARTAEVENT.com – Banyuwangi. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.

Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Banyuwangi pada hari ini Kamis (07/10/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Moh Edy Saputro, S.Tr.Par., Fauzan Abdillah., Vivid Sambas ST, MMT., B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM., dan Erbe Sentanu. 

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Dunia Digital yang Sustainable”. Dan diikuti oleh 257 peserta dari berbagai kalangan masyarakat. 

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM. adalah, dalam hal digital safety banyak sekali kejahatan yang terjadi di dunia digital hingga saat ini, karena memang sepertinya tidak ada sistem dalam dunia digital yang benar-benar aman. 

Dengan adanya regulasi pemerintah seperti UU ITE apakah sudah tepat dalam menanggulangi kejahatan siber.? Dan apakah UU ITE sudah menjadi produk UU yang sustainable untuk kedepannya.? 

Dan pada saat itu B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM., menjawab, apakah sudah tepat langkahnya? menurut saya sudah tepat. kita bisa bandingkan ya, dimana undang-undang ITE tidak ada, seperti penyebaran hatespeech, dan seterusnya, maka netizen indonesia jauh lebih liar.

Karena memang tidak ada payung hukum. Walupun memang masih ada kejahatan siber yang ada. bukan berarti ini tidak ada efek, karena UU ini lahir pada 2016 sehingga masih tergolong baru dan banyak orang yang belum tau bahwa UU ITE sudah ada.

Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.

Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]

Fatkhurrohim

Leave a Comment

Recent Posts

ArtScience Museum Eksplorasi Tubuh Lewat Seni dan Sains

SINGAPURA, WARTAEVENT.com — ArtScience Museum menghadirkan pameran Flesh and Bones: The Art of Anatomy, sebuah eksplorasi lintas disiplin yang mengulas… Read More

18 hours ago

Toast Box Ekspansi ke Batam Usung Konsep Kopitiam Modern

BATAM, WARTAEVENT.com — Restoran asal Singapura, Toast Box, memperluas kehadirannya di Indonesia dengan membuka gerai pertama di Batam, Kepulauan Riau.… Read More

21 hours ago

Maskapai Ini Hadirkan Siaran Langsung Piala Dunia di Pesawat

SINGAPURA, WARTAEVENT.com — Maskapai Singapore Airlines (SIA) menghadirkan pengalaman hiburan berbeda bagi penumpang dengan menayangkan pertandingan FIFA World Cup 2026… Read More

1 day ago

Aston Kemayoran Tawarkan Staycation Fleksibel dengan Konsep 24 Jam

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Tren staycation di Jakarta kian mengarah pada kebutuhan fleksibilitas waktu dan kenyamanan. Menjawab perubahan ini, Aston Kemayoran… Read More

1 day ago

ARTOTEL Cibubur Hadirkan Dining Berkelanjutan Berbasis Plant-Based Lifestyle

CIBUBUR, WARTAEVENT.com – ARTOTEL Living World Kota Wisata – Cibubur mulai mengintegrasikan konsep dining berkelanjutan melalui inisiatif Rebellious Hunger yang… Read More

1 day ago

Kolaborasi Sponsor di Pestapora 2025: Catatan bagi Ekosistem Festival Musik

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Festival musik identik dengan suasana meriah—ribuan penonton berkumpul, panggung megah berdiri, dan musisi tampil silih berganti. Namun… Read More

1 day ago