WARTAEVENT.com – Sidoarjo. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Sidoarjo ada hari ini Senin (01/11/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu M. Sukron Aris, S.Hum, Munif Chatib, Ulil Albab, Akhmad Firmannamal, Ph.D. dan Ismaya Dwi Agustina.
Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Yuk Bedakan Hoax dan Fakta”. Dan Literasi Digital kali ini diikuti oleh 192 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Munif Chatib adalah, apa perbedaan berita hoax, berita konspirasi dan berita Issue.?
Dan pada saat itu Munif Chatib langsung memberikan jawaban, untuk membedakan apa berita hoax, issue dan berita konspirasi. Jawaban saya ,mulai dari berita issue, cirinya adalah ada peristiwa yang terjadi lalu diberitakan, bisa juga ini sesuatu yang masih menjadi prediksi namun tetap diberitakan, lalu adanya penyebab dan dampak.
Berita issue ini memiliki dua kondisi bisa benar dan bisa tidak. Yang kedua konspirasi, pertama peristiwanya sudah terjadi, hanya saja setelah peristiwa itu terjadi, dimunculkan lagi oleh pihak kedua dan menjadi persekongkolan.
Konspirasi ini juga bisa benar dan juga bisa tidak benar atau bohong. Sedangkan berita hoax yaitu peristiwa nya tidak ada sama sekali ujungnya pasti menjadi berita bohong.
Kita itu sudah diberikan rumus dari zaman Nabi, jika kita mendapatkan berita maka tabayyun dulu, check dulu, saring dulu. Kita sudah masuk di zaman digital yang serba cepat, maka dari itu mari kita check dan saring berita yang sampai pada kita.
“Ketika berita tersebut baik maka boleh kita sharing, tapi jika tidak maka jangan kita sharing,” tutup Munif Chatib ke pserta literasi digital.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 1.653 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]