WARTAEVENT.com – Jakarta. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), meluncurkan sebuah inisiatif bersama yaitu “Dana Nusantara”.
Inisiatif ini ditujukan untuk memberikan pendanaan langsung kepada komunitas anggota dari tiga lembaga tersebut, agar mampu bergerak lebih masif dalam menjaga bumi untuk kelangsungan kehidupan manusia di masa depan.
Baca Juga : APLN Raih Laba Komprehensive Meningkat 228 Persen, Ini Sumbernya
Peluncuran Dana Nusantara diselenggarakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta pada hari Senin, (08/05/2023) yang menjadi lokasi penyelenggaraan Kongres Masyarakat Adat Nusantara pertama pada tahun 1999.
Kala itu, kongres berupaya mencari solusi atas persoalan masyarakat adat, di antaranya pelanggaran hak asasi, perampasan wilayah adat, pelecehan budaya, hingga diskriminasi masyarakat adat.
Adapun Dana Nusantara diluncurkan sebagai salah satu solusi nyata untuk menjawab hal tersebut terkait pemberdayaan sumber daya manusia dan alam sekitarnya.
Baca Juga : CEO Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Ceritakan Mampu Keluar dari Masa Pailit dan Krisis Pandemi Covid-19
Dana Nusantara merupakan inisiatif yang pertama kali di dunia dalam hal penyaluran hibah secara langsung kepada Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal, untuk melanjutkan berbagai aktivitas dalam melindungi dan mengelola tanah, air, wilayah adat, lingkungan hidup, dan sumber-sumber agraria lainnya.
Rukka Sombolinggi, Sekjen AMAN sekaligus salah satu pendiri Dana Nusantara menuturkan, jelas, bahwa 80% keanekaragaman hayati dunia dilindungi dan dikelola oleh Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal.
“Dengan dukungan Dana Nusantara, kami berharap kontribusi dalam mengurangi emisi, deforestasi dan degradasi hutan akan semakin besar,” tuturnya.
Baca Juga : Hanwha Life Mengajak Hanwha Friends Menjelajahi Dunia Metaverse
Selama ini, pendanaan global untuk merespons perubahan iklim dan menjaga lingkungan yang menyasar Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal hanya $270 juta atau 1%, dan dari jumlah itu, hanya 16% atau $47 juta yang disalurkan langsung ke Masyarakat Adat dan Komunitas L
Rukka kembali menjelaskan, wilayah dan ruang hidup Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal semakin hari semakin terancam akibat lemahnya perlindungan dan pengakuan oleh pemerintah dan derasnya arus investasi.
““Kita perlu membuat terobosan baru untuk melindungi dan mengelola tanah, wilayah, dan sumber daya Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal,” sambung Rukka.
Dikesempatan yang sama, Dewi Kartika, Sekjen KPA menjelaskan, peluncuran Dana Nusantara ini menjadi momentum untuk menunjukkan solidaritas lintas gerakan dari Masyarakat Adat, Reforma Agraria, dan Lingkungan. Gagasan pembentukan Dana Nusantara juga melalui proses partisipatif di tingkat komunitas. [*]
- Editor : Fatkhurrohim