Site icon WARTAEVENT.COM

Tingkatkan Toleransi untuk Perkuat Demokrasi

WARTAEVENT.com – Minahasa Selatan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari Selasa(30/11/2021) di Kepulauan Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Candu Media Sosial, Hati-hati Stress Gara-gara Media Sosial”. Dan diikuti oleh 880 peserta dari berbagai kalangan masyarakat. 

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Editor Kompas.com, Farid Assifa; Mahasiswi/Kreator Konten, Tesa Lonika R. Meluwu; Jurnalis, Debby H. Mano; dan Co-Founder blod.id, Cahya Ngiu. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Heri Susanto dan Tristania Dyah selaku jurnalis. 

Farid Assifa sebagai narasumber pertama, memaparkan tema “Hati-hati Identitas dan Jejak Digital Anda”. Menurut dia, karakter kemajuan digital yang membuat proses transfer informasi lebih cepat dan bisa berulang-ulang, kebal dari gangguan, serta mudah disimpan dalam jangka waktu lama.

Selain itu juga menimbulkan kerentanan yang menjadikan informasi tersebut mudah dilacak bahkan diretas. “Kewaspadaan saat berinternet dan melindungi identitas pribadi serta data-data penting sangat diperlukan untuk menjaga jejak digital kita,” ungkapnya.

Pemateri kedua Tesa Lonika R. Meluwu, menyampaikan topik “Bebas namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”. Ia mengatakan, penggunaan internet tak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, namun juga arena berkreasi dan berekspresi melalui berbagai konten. 

“Kebebasan berpendapat yang kita terapkan di media sosial harus punya etika, kontrol diri, menghargai, dan tak boleh melanggar kebebasan orang lain,” ujarnya.

Debby H. Mano, Pemateri ketiga membahas kajian tentang “Media Sosial untuk Demokrasi dan Toleransi”. Menurut dia, toleransi yang menjadi modal sosial utama dalam membangun demokrasi, bisa dikuatkan lewat media sosial. 

“Lewat mengunggah konten positif, menghindari kiriman menyinggung SARA dan radikalisme, memperkaya literasi tentang berbagai bidang, memahami konten secara menyeluruh, serta bijak dalam membagi dan merespon informasi di media sosial. Kita bisa turut merawat demokrasi dan toleransi,” paparnya.

Adapun Cahya Ngiu, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Yuk Pahami Fitur Keamanan di Berbagai Aplikasi Media Sosial”. Ia mengatakan, setiap interaksi baik luring maupun daring tidak menjamin keamanan dari masalah, tergantung pada penyikapan dan kontrol diri kita saat berinteraksi. 

“Dengan mengendalikan diri saat berinternet, memperkuat pengaturan keamanan akun digital dan memaksimalkan pemanfaatan fitur pengaman media sosial, kita bisa meminimalisir resiko ancaman dan kejahatan siber,” jelasnya.

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana jika akun digital kita diretas dan disalahgunakan pihak lain.

Narasumber menjelaskan bahwa jika akun digital kita diretas, segera beri pengumuman atau peringatan ke koneksi kita agar mereka waspada, selanjutnya laporkan ke penyedia layanan akun digital dan pihak berwajib untuk mengantisipasi tindak kejahatan siber.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version