WARTAEVENT.com – Surabaya. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Surabaya pada hari Kamis (11/11/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Arief Budiono, S.T., M.M., Dr. Lilik Hamidah, S.Ag., M.Si., Vivid Sambas, ST., MMT., Tio Utomo, dan Erbe Sentanu.
Dalam acara Lierasi Digital kali ini, tema yang diangkat adalah “Say No to Cyberbullyong”. Dan Literasi Digital kali ini diikuti oleh 291 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Vivid Sambas, ST., MMT. adalah, belum lama ini beredar video di media sosial bahkan masuk ke berita di suatu televisi swasta.
Video tersebut menunjukkan seorang siswi SD yang sedang di hukum oleh guru karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sekolah. Lalu guru tersebut merekam dan menyebarkannya di grup chat.
Alhasil anak tersebut mengalami perundungan oleh teman-temannya sehingga anak tersebut menjadi malu dan trauma untuk bersekolah. Pertanyaannya, bagaimana memulihkan kembali kesehatan mental pada anak tersebut.?
Dan pada saat itu Vivid Sambas, ST., MMT. memberikan jawaban, kasus perundungan dan trauma memang saat ini banyak sekali. Hal yang berhubungan trauma memang harus diselesaikan karena apabila tidak, akan terus berlanjut ke jenjang-jenjang kehidupan.
Bukan hanya itu, memori akan terus terpendam dan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Tentunya berhubungan dengan trauma, terdapat beberapa symptoms-symptoms yang ditunjukkan baik fisik atau emosi.
Adapun biasanya suatu ide masuk ke pikiran kita melalui repetisi, seseorang yang punya otoritas dan lain halnya. Maka yang terpenting untuk seseorang yang trauma adalah mengakui, menerima dan memutuskan.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 1.653 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]