Tren Pariwisata Positif Tapi Industri Belum Merasakan
Ia mencontohkan, dalam partisipasi di pameran internasional, pihak industri dapat bekerja sama dengan agen perjalanan di negara tujuan untuk menghasilkan transaksi nyata, seperti pemesanan kamar hotel atau paket wisata.
Selain itu, Andhy menyoroti penggunaan indikator kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) dalam pengembangan pariwisata nasional. Ia menilai tolok ukur keberhasilan tidak seharusnya hanya berdasarkan jumlah kunjungan wisatawan, melainkan juga dampaknya terhadap industri.
Baca Juga : Pariwisata Indonesia Melesat di 2024: Kunjungan Wisatawan Meningkat Signifikan
Data kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 yang mencapai sekitar 15,39 juta kunjungan dinilai memang melampaui target pemerintah. Namun, Andhy menilai angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan dampak ekonomi bagi pelaku usaha.
“Bagi industri perhotelan, keberhasilan itu terlihat dari tingkat okupansi hotel dan minat investor untuk menambah portofolio. Kalau okupansi masih rendah, berarti manfaatnya belum dirasakan,” katanya.

Ia mencontohkan kondisi di Belitung, yang menurutnya memiliki potensi wisata besar, tetapi tingkat okupansi hotel di wilayah tersebut masih sekitar 30 persen. Angka tersebut dinilai belum ideal untuk mendorong pertumbuhan industri secara berkelanjutan.
Andhy menilai, perbaikan tata kelola menjadi aspek penting untuk meningkatkan efektivitas strategi pariwisata nasional. Ia menyarankan agar pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor dan melibatkan pengambil keputusan dalam perumusan kebijakan strategis.
Baca. Juga :Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Nias, Garuda Tambah Frekuensi
Menurutnya, keberhasilan pengembangan pariwisata juga membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dalam menetapkan indikator keberhasilan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.
“Destinasi Indonesia sudah kuat. Tantangan utamanya adalah memperkuat tata kelola dan menyatukan langkah seluruh ekosistem agar manfaat pertumbuhan pariwisata bisa dirasakan secara luas,” ujar Andhy. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim
