Jakarta, WARTAEVENT.com – Founder dan CEO MORA Group, Andhy Irawan, menilai pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren positif, namun belum sepenuhnya dirasakan merata oleh pelaku industri. Hal itu disampaikan dalam Podcast “Tamu Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf)” di Press Room Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Menurut Andhy, penguatan tata kelola dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci agar pertumbuhan sektor ini berdampak optimal. Ia menambahkan, indikator pertumbuhan pariwisata tidak dapat dilihat hanya dari satu sisi, seperti jumlah kunjungan wisatawan.
Baca Juga : ITO 2026: Menavigasi Arah Baru Pariwisata Indonesia yang Lestari, Berdaya, dan Menguntungkan
Ia pun menilai ekosistem pariwisata yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, agen perjalanan, asosiasi, hingga pemerintah, harus berjalan secara terintegrasi. “Kalau bicara pertumbuhan pariwisata, seharusnya dilihat dari bagaimana ekosistemnya bergerak secara menyeluruh,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Andhy, ada bisnis yang tumbuh, tapi ada juga yang tidak tumbuh secara optimal. Idealnya harus seimbang. Sebagai pelaku industri yang mengelola sejumlah hotel di berbagai daerah, Andhy menilai koordinasi antar pemangku kepentingan masih perlu diperkuat.
Ia menegaskan, pembangunan ekosistem pariwisata tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau industri, melainkan membutuhkan kolaborasi bersama.
Menurut Andhy, peran pemerintah seharusnya berfungsi sebagai pengatur dan pengarah strategi, bukan sebagai pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan penjualan destinasi wisata. Ia mengibaratkan pemerintah sebagai konduktor orkestra yang mengatur ritme kolaborasi seluruh pelaku industri.
Baca Juga : Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Meningkat 23,78 Persen, Ini Indikatornya
“Negara tidak perlu ikut menjual, tetapi mengatur. Industri dan asosiasi sudah memiliki kemampuan untuk melakukan pemasaran dan penjualan. Yang dibutuhkan adalah orkestrasi agar tidak terjadi tumpang tindih,” jelasnya.
Andhy pun menjelaskan bahwa strategi promosi pariwisata Indonesia di berbagai pameran internasional belum diikuti dengan strategi bisnis yang jelas dan terukur. Berdasarkan pengalamannya mengikuti pameran pariwisata internasional, ia menilai promosi harus diikuti dengan pemetaan target pasar dan kerja sama konkret dengan mitra bisnis.
Page: 1 2
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Jakarta kembali ambil bagian dalam World Wellness Weekend (WWW) 2026 yang berlangsung pada 18–20 September. Memasuki tahun… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — ARTOTEL Gelora Senayan Jakarta memperkuat komitmen terhadap lingkungan kerja inklusif melalui inisiatif The Art of Goodness, program… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Memasuki tahun keenam perjalanan, Aston Kemayoran City Hotel menghadirkan promo Six & Beyond dengan harga mulai Rp666.666… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Menghadiri pameran, konser, atau event besar di JIExpo Kemayoran kerap berarti berhadapan dengan kepadatan lalu lintas dan… Read More
BEKASI, WARTAEVENT.com — Malam akhir pekan tidak selalu harus diisi dengan perjalanan jauh. ARTOTEL Living World Grand Wisata Bekasi menawarkan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Novotel Jakarta Cikini menandai tujuh tahun perjalanan bisnisnya melalui Corporate & Media Gathering bertajuk The Magnificent 7th,… Read More
Leave a Comment