Categories: Travel

Tujuh Hal Penting Saat Anda Berwisata Setelah Lebaran

Warta Event – Jakarta. Perayaan Idul Fitri selalu dibarengj dengan menikmati liburan bersama keluarga ke destinasi favorite. Hampir semua destinasi wisata penuh sesak oleh wisatatawan nusantara, biasanya mulai hari ke-3 setelah Lebaran.

Ini fenomena positif, terutama untuk menumbuhkan perekonomian lokal dan atau membangkitkan semangat berwisata. Namun, disaat pengunjung mengalami lonjakan tajam, tak jarang mengakibatkan petaka bagi pengunjungnya.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, YLKI berpendapat, pertama, Dinas Pariwisata setempat seharusnya melakukan audit teknis terlebih dahulu terhadap sarana prasana di lokasi wisata, apakah masih layak atau tidak.

Kedua, pengelola wisata harus punya standar kapasitas maksimum untuk lokasi wisata. Jangan memaksakan menjual tiket masuk padahal lokasi wisata sudah over capacity. Over capacity bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga keamanan dan keselamatan konsumen sebagai pengguna jasa wisata.

Ketiga, pengelola wisata harus mewajibkan adanya alat-alat penunjang keselamatan seperti pelampung/jaket keselamatan untuk wisata air yang berisiko tinggi, seperti danau, telaga dan atau pantai. Dan ada petugas penjaga pantai/danau sehingga ketika terjadi accident konsumen korban bisa cepat dievakuasi dan diselamatkan;

Keempat, Dinas Pariwisata dan juga pengelola wisata harus memonitor harga-harga makanan/minuman agar tidak “nggetok” konsumen. Pengelola warung, restauran harus mencantumkan daftar menu sekaligus dengan daftar harga yang transparan.

Kelima, Konsumen jangan memaksakan diri memasuki area destinasi wisata, jika sekiranya sudah over capacity, dan tidak menggunakan sarana prasarana di lokasi wisata jika terlihat sudah keropos dan tidak dirawat, atau tidak dilengkapi dengan sarana penunjang keselamatan;

Keenam, agar pengelola menambah fasilitas toilet dengan toilet portable dan menjamin ketersediaan air. Adanya jumlah antrian di toilet, khususnya toilet perempuan, menunjukkan kurangnya fasilitas.

Ketujuh, Lokasi wisata juga seharusnya dilengkapi dengan klinik kesehatan dan petugas medis yang stand by selama lokasi wisata beroperasi. Ini sangat penting untuk melakukan pertolongan pertama dan bahkan menyelamatkan korban dari fatalitas. [Joshua/fatoer]

Fatkhurrohim

Leave a Comment

Recent Posts

Kementerian Ekraf Perkuat 100 Talenta Kreatif Riau, Bangun Aplikasi yang Inovatif dan Aman

BATAM, WARTAEVENT.com – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggelar lokakarya (workshop) pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di Gedung Technopreneur, Politeknik… Read More

1 hour ago

Hermina Grand Ballroom Tawarkan Paket Meeting Mulai Rp200 Ribu

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Efisiensi anggaran menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam menyelenggarakan pertemuan bisnis. Menjawab kebutuhan tersebut, Hermina Grand Ballroom… Read More

11 hours ago

Mangkuluhur ARTOTEL Suites Raih Best City Hotel Dua Tahun Berturut-turut

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Persaingan hotel perkotaan di Jakarta mendorong pelaku industri perhotelan menghadirkan pengalaman menginap yang lebih beragam. Mangkuluhur ARTOTEL… Read More

11 hours ago

Mangkuluhur ARTOTEL Suites Dukung Edukasi Fashion Berkelanjutan

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Pengembangan kreativitas menjadi salah satu pintu masuk untuk memahami industri mode yang terus berkembang. Melalui workshop Unlock… Read More

13 hours ago

LPK Naraya dan Yanbu Al Bahar Jalin Kerja Sama Hospitality Internasional

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Peluang kerja di industri hospitality internasional membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi teknis, kemampuan komunikasi, dan kesiapan menghadapi… Read More

18 hours ago

Grand Dafam Braga Bandung Dorong Inklusi Lewat Program PKL

BANDUNG, WARTAEVENT.com — Kesempatan mengenal dunia kerja profesional menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa berkebutuhan khusus menuju kemandirian. Untuk mendukung… Read More

1 day ago