Site icon WARTAEVENT.COM

Unggahan Data Pribadi di Medsos Menjadi Incaran Penjahat Siber

WARTAEVENT.com – Sopeng. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Kamis (26/08/2021) di Kabupaten Sopeng, Sulawesi Selatan. 

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”. Dan diikuti oleh 1.113 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Regional Head OVO Kalimantan-Sulawesi, Imelda Christiana; Anggota Ombudsman, Hasrul Eka Putra; Peneliti Ekonomi Digital LIPI, Nika Pranata; serta Women Empowerment Coach dan Kreator Konten, Nia Nurdiansyah.

Pemateri pertama adalah Imelda Christiana yang membawakan tema “Aman Bertransaksi Digital”. Dalam menggunakan aplikasi pembayaran digital, Imelda menekankan untuk membaca dengan cermat kebijakan, syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh situs tempat belanja, terutama terhadap data pribadi. 

“Jangan membagikan data pribadi seperti NIK, nama ibu kandung, dan tanggal lahir kepada pihak ketiga,” pesan dia. 

Berikutnya, Nia Nurdiansyah menyampaikan topik “Etika Transaksi Digital”. Menurutnya, kegagapan dalam menerapkan dan memahami etika digital dikarenakan warganet merasa bisa menjadi sosok yang anonim atau berpikir bahwa apa yang dilakukan di dunia digital bukan sepenuhnya pribadi kita. 

“Padahal anggapan itu salah karena apa yang dilakukan di dunia digital sebenarnya juga mencerminkan diri pribadi kita,” ujarnya.

Pemateri ketiga, Nika Pranata membawakan tema “Legalitas dan Ketentuan Pembayaran Digital”. Dalam bertransaksi digital, kata dia, pastikan kita hanya menggunakan sistem pembayaran yang legal. “Gunakan penyedia jasa sistem pembayaran yang terdaftar secara resmi dan ternama,” ucapnya. 

Hasrul Eka Putra, sebagai pemateri terakhir menyampaikan tema “Jenis-jenis Penipuan di Internet dan Cara Menghindarinya”. Salah satu jenis penipuan daring adalah rekayasa sosial, di mana si penipu menggunakan teknik manipulasi psikologis. 

“Para penjahat siber bisa memanipulasi orang hanya dengan melihat informasi yang diumbar di media sosial, misalnya alamat rumah, lokasi, makanan kesukaan, nama ibunya,” ujarnya.

“Di era serba digital apakah para penjual daring merasa diuntungkan dengan pembayaran melalui pihak ketiga.?” tanya Andri Saputra, salah satu peserta kegiatan literasi digital. 

Imelda Christiana mengatakan, kehadiran dompet digital sangat mempermudah proses dan transaksi jual-beli daring. “Dengan dompet digital, proses check out lebih gampang dan cepat. Dompet digital juga kadang mengajak pelaku UMKM untuk melakukan promosi,” tuturnya. 

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version