JAKARTA, WARTAEVENT.com – Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno bertemu dengan wakil dari Pegiat Diplomasi Kopi, Dewan Kopi Indonesia dan Kementerian Pertanian dan Dewan Kopi Indonesia di Kemlu pada hari Kamis, (9/7/2026). Pertemuan membahas tantangan harga kopi dunia yang naik, namun produksi kopi nasional justru menurun.
Hadir menemui Wamenlu Havas yaitu: Wakil Ketua I Dewan Kopi Indonesia (Depkopi) A. Syafruddin, Dubes Bagas Hapsoro (mantan Dubes RI di Swedia), Wakil Ketua III Dekopi, Dr. Adi Haryono, dan Christieni Maria (Kementerian Pertanian RI).
Baca Juga : Diplomasi Kopi: Memuliakan Harta Papua
Dubes Bagas Hapsoro menyampaikan maksud kedatangannya bersama rombongan Pegiat Kopi menemui Wamenlu RI. Kelompok pegiat Diplomasi Kopi adalah komunitas/stakeholder kopi di Indonesia yang aktif mendorong promosi dan penguatan ekspor kopi Indonesia lewat jalur diplomasi.
Disampaikan bahwa komunitas ini menggarisbawahi pentingnya kenaikan harga kopi dunia yang saat ini telah terjadi. Namun sekarang dirasakan bahwa produksi kopi Indonesia justru menurun. Untuk itu para pegiat Diplomasi Kopi memohon arahan Wamenlu terkait fenomena ini.
Baca Juga : Tantangan dan Langkah Terpadu Menghadapi Peraturan EUDR Industri Kopi
Sementara itu A. Syafruddin, selaku Wakil Ketua 1 Dekopi menambahkan bahwa sebagai mitra pemerintah dalam masalah perkopian, ada beberapa topik yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah, yakni terkait hambatan ekspor ke luar negeri dan masalah lain seperti iklim.
Wakil Ketua 3 Dekopi, Adi Haryono menyatakan bahwa meskipun Indonesia tetap menjadi salah satu produsen kopi terbesar di dunia, tetapi sektor ini masih kesulitan menarik investasi asing langsung (foreign direct investment) yang signifikan, terutama dalam fasilitas pengolahan modern.
Ia mengusulkan strategi: meningkatkan produktivitas domestik melalui pertanian modern, penanaman kembali, dan pelatihan, sekaligus menciptakan peluang investasi luar negeri untuk memposisikan kopi Indonesia lebih kuat di pasar internasional.
Christieni Maria, wakil dari Kementerian Pertanian RI menyajikan ”Outlook Kopi Indonesia”. Disampaikan bahwa 4 wilayah yang menjadi tujuan ekspor kopi Indonesia adalah: AS, Mesir, Malaysia dan Belgia. Indonesia negara penghasil kopi terbesar ke-4 di dunia pada 2024 yang telah memproduksi kopi sebanyak 12 juta kantong.
Page: 1 2
TANGERANG SELATAN, WARTAEVENT.com — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan Sertifikasi Kompetensi Skema Fotografer Junior bagi… Read More
CIREBON, WARTAEVENT.com — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Cirebon memperkuat… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kawasan Senen, Jakarta Pusat, memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan dan bisnis ibu kota.… Read More
BANTUL, WARTAEVENT.com — Kuasa Hukum Penggugat, Arief Ariyanto, menyampaikan sikap resmi pihak penggugat terkait penundaan sidang putusan gugatan hasil Musyawarah… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — PT Sari Coffee Indonesia (SCI), pemegang lisensi dan operator Starbucks di Indonesia, menominasikan tiga organisasi lokal untuk… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kekayaan rempah dan cita rasa kuliner Indonesia berpadu dengan teknik gastronomi Prancis melalui Nusantara A La Francaise:… Read More
Leave a Comment