Travel

Bali dan Jakarta Terlalu Populer Dimata Wisatawan Filipina

Warta Event – Manila. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menegaskan bahwa pangsa pasar Filipina cukup besar untuk berwisata ke Indonesia. Dan, memang bener Indonesia cukup menarik. Namun, tidak seluruh destinasi di Indonesia yang indah itu mereka kenali dan pahami seluruhnya.

I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancangera Kementerian Pariwisata menyatakan, potensi pasar wisatawan Indonesia dari Filipina masih cukup besar. Tahun 2017, Indonesia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebesar 15 juta orang, 185.000 di antaranya diharapkan berasal dari Filipina.

Kemenpar melihat, kata Pitana, bahwa potensi pasar Filipina masih cukup besar, berbagai upaya pun dilakukan oleh Indonesia untuk bisa membuat wisatawan asing jatuh hati dan mau berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia.

Akan tetapi, market Filipina sendiri menganggap destinasi Indonesia seluruhnya belum “seksi”. Warga Filipina cuma mengenal Bali dan Jakarta secara keseluruhan, kemudian disusul Surabaya, Yogyakarta, baru setelah itu Medan, Pulau Komodo.

Vernon Prieto, dari Aneka Kartika, Tour & Travel Services, dalam event Wonderful Indonesia Festival di Manila pada hari Kamis (27/07/207) kemarin menyatakan, Bali dan Jakarta masih menempati urutan teratas bagi wisatawan Filipina. Hal ini terjadi karena adanya penerbangan langsung ke destinasi tersebut.

image

“Direct flight, seperti Philipine Airlines, dan Cebu Pacific menjadikan destinasi tersebut populer. Daerah atau destinasi lain belum ada. Selain itu, beberapa maskapai tersebut pun memberikan kemudahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali dan Jakarta,” ungkap Verno.

Cebu Pacific misalnya, maskapai ini memberikan kemudahan proses check in di hotel yang akan dijadikan menginap para penumpangnya. Kemudian ada maskapai Royal Brunei yang memberikan promo paket yang relatif terjangkau, yang mana dalam paket tersebut sudah termasuk tiket, akomodasi, city tour hingga private transportation.

Kota Surabaya, menempati urutan ketiga pun karena ada direct flight dari maskapai Royal Brunei. Profile wisatawan yang berkunjung ke kota Surabaya adalah mereka yang melakukan kegiatan bisnis.

Daerah lain yang masuk radar wisatawan Filipina adalah Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) “Candi Borobudur dan Prambanan dan belanja di sepanjang Jl. Malioboro menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan Filipina. Hal ini pun terjadi karena ada Singapore Airlines yang transit terlebih dahulu di Jakarta,” tambahnya.

Untuk daerah Sumatera, menurut Verno, Kota Medan dan Danau Toba menjadi alasan utama wisatawan datang ke Sumatera Utara. “Wisatawan Filipina ke Medan karena ingin mengunjungi Istana Sultan Dairi, Gereja India, serta Danau Toba. Mereka transit terlebih dahulu di Singapura, lalu menuju Medan,” jelas Verno.

image

Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat sulit untuk dijual ke wisatawan Filipina. Lombok, kata Verno, hampir mirip dengan Filipina, yang ditawarkan hanya pantai. Filipina pun memiliki pantai yang sama dengan yang di Lombok. Kemudian Lombok pun minim atraksi. Masih banyak Bali atraksinya.

“Pulau Komodo relatif lebih mudah menjualnya daripada Lombok. Di Pulau Komodo, wisatawannya menemukan pengalaman yang menarik sekali dalam hidupnya. Yaitu melihat reptil raksasa, Komodo,” lanjut Verno.

Verno pun kembali mengingatkan, bahwa Indonesia memiliki saingan berat untuk mendatangkan wisatawannya. Sebab, beberapa negara lain seperti Bangkok, Vietnam, Hongkong, Korea Selatan, dan Jepang, menawarkan paket yang secara harga pun sangat komoetitif.

Selain itu, banyak maskapai yang langsung mendarat dari Manila ke negara-negara tersebut. “Perlu dicatat pula, banyak wisatawan yang ingin merasakan pengalaman lain seperti melihat dan merasakan musim salju yang di Filipina tidak ada,” tutup Verno. [Fatkhurrohim]