wartaevent.com – Jakarta. Disesaki oleh asap polutan, dihantui ketakutan atas perubahan iklim, kelompok musik Feast bersuara lewat singel terbaru yang berjudul Tarian Penghancur Raya pada hari Jum’at (08/11/ 2019) kemarin.
Jika beberapa bulan lalu .Feast membahas hubungan manusia dengan teknologi dan rumus-rumus yang mengatur masyarakat di dalam hitungan, di single keduanya menuju album terbaru, Tarian Penghancur Raya membahas hubungan antara manusia dengan alam, budaya, dan segala sesuatu yang dilahirkan oleh pertiwi jauh sebelum masyarakat menapaki bumi.
Baca Juga : Paul Gilbert, Jadi Magnit Jakarta Blues International Festival 2019
Di dalam Tarian Penghancur Raya, terdapat kekecewaan terhadap usaha-usaha masyarakat yang gagal dalam menanggapi perubahan lingkungan (baik alam dan budaya) secara bijak, juga kekecewaan terhadap diri sendiri yang hipokrit dalam menjadi konsumen budaya dan produk.
Berkaca ke banyaknya berita-berita tidak mengenakkan perihal kerusakan lingkungan dan ancaman kelangsungan untuk berbagai warisan budaya Indonesia belakangan ini, rasanya Tarian Penghancur Raya menjadi sebuah lagu yang relevan untuk dirilis sekarang.
“Ini kami tulis bukan hanya sebagai sebuah kritik terhadap keadaan secara umum, namun juga kepada diri kami sendiri. Kita berlomba-lomba merusak seluruhnya yang asli dan yang asri,” ucap Baskara Putra, vokalis Feast.
Tarian Penghancur Raya dibuka lewat suara gamelan di intro, Feast seolah mengajak pendengarnya menari merespon keadaan tentang lingkungan belakangan ini.
Baca Juga : Romantic Performance Bakal Bikin Baper Penonton Boyz II Men Live in Jakarta
Namun ciri khas Feast seperti sound gitar yang bluesy masih terdengar. Departemen bass yang kali ini dieksplorasi dengan menggunakan sub bass namun progresinya masih terdengar familiar. Begitu juga dengan vokal Baskara yang lugas menyanyikan lirik-lirik sarat kritik isu sosial.
Grup musik yang terdiri dari Baskara, Awan, Adnan, Dicky, dan Ryo Bodat ini terdengar mengeksplorasi suara tetabuhan dalam lagu Tarian Penghancur Raya. [*]
BALI, WARTAEVENT.com — Di tengah masifnya pembangunan destinasi wisata dan kawasan kreatif di Bali, Nuanu Creative City mencoba menempatkan isu… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Menyambut musim liburan sekolah 2026, Swiss-Belhotel International meluncurkan program loyalitas anak bertajuk SBEC Juniors sekaligus menghadirkan maskot… Read More
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Hotel lifestyle kini tidak lagi sekadar menawarkan fasilitas menginap, tetapi juga menjadi ruang ekspresi seni dan kreativitas.… Read More
BANTUL, WARTAEVENT.com — Sidang lanjutan perkara gugatan Kaumy di Pengadilan Negeri Bantul kembali digelar Selasa (26/5/2026) dengan agenda laporan hasil… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Tren work from café dan pola kerja fleksibel terus berkembang di kalangan pekerja urban dan mahasiswa. Melihat… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com — Momentum libur pertengahan tahun dimanfaatkan pelaku industri hospitality untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih praktis dan terintegrasi.… Read More
Leave a Comment