Namun sayangnya, sesuai pada survei yang dilakukan pada tahun 2017 mengenai indeks literasi, Indonesia menduduki posisi 114 di dunia atau kedua terendah setelah India dan masih menduduki posisi moderat atau sedang pada tahun 2020.
Ditambah lagi dengan hasil survei dari Microsoft yang menyebutkan bahwa warga internet Indonesia merupakan warga internet paling tidak sopan se-Asia Pasifik. Beranjak dari hal tersebut, Ade menyuarakan urgensi mengenai penerapan etika digital bagi warga internet Indonesia.
Baca Juga : Kecakapan Digital Mampu Melawan Penyebaran Paham Terorisme
Pada sesi terakhir, Dahlia Febrina menyebutkan bahwa terdapat banyak tantangan budaya digital di era digital ini, salah satunya adalah mulai menghilangnya budaya Indonesia secara perlahan-lahan karena media digital kita saat ini menjadi panggung bagi budaya asing.
Selain itu, anak-anak pada zaman sekarang juga lebih gemar berinteraksi secara daring dibanding luring sehingga dapat menjauhkan yang dekat selagi mendekatkan yang jauh.
Baca Juga : “Personal Branding” Membutuhkan Kecakapan Digital
Dahlia menekankan, “Jati diri kita di dalam ruang budaya digital nggak berbeda dengan budaya non digital. Seharusnya, norma-norma yang kita patuhi di kehidupan nyata itu sama praktiknya di ruang digital karena kehidupan di ruang digital sama dengan kehidupan di ruang non digital. Digitalisasi budaya Indonesia juga dapat menjadi peluang untuk mewujudkan kreativitas dan mendokumentasikan budaya Indonesia,” terangnya.
Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.
Baca Juga : Ingin Membangun Brand Lokal, Manfaatkan ‘Toko Online’ dan Lokapasar
Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. [*]
Page: 1 2
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Tren staycation di Jakarta kian mengarah pada kebutuhan fleksibilitas waktu dan kenyamanan. Menjawab perubahan ini, Aston Kemayoran… Read More
CIBUBUR, WARTAEVENT.com – ARTOTEL Living World Kota Wisata – Cibubur mulai mengintegrasikan konsep dining berkelanjutan melalui inisiatif Rebellious Hunger yang… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Festival musik identik dengan suasana meriah—ribuan penonton berkumpul, panggung megah berdiri, dan musisi tampil silih berganti. Namun… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – ARTOTEL Harmoni Jakarta meluncurkan kolaborasi kuliner bertajuk “A Rebellious Hunger” bersama Burgreens dan Green Rebel untuk menghadirkan… Read More
KUALA LUMPUR, WARTAEVENT.com – MATTA Fair 2026 di Malaysia International Trade and Exhibition Centre, Kuala Lumpur, 3-5 April 2026 menjadi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Talenta muda Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Tak hanya membanggakan nama sekolahnya tempat mereka… Read More
Leave a Comment