BANGKOK, WARTAEVENT.com – Makna kemewahan di Asia Tenggara sedang berubah. Bagi konsumen premium, pengalaman bersantap di restoran kelas atas kini tidak lagi semata-mata menjadi simbol status sosial, melainkan sarana untuk mengekspresikan identitas diri, membangun koneksi sosial, dan mencari pengalaman yang lebih personal.
Temuan tersebut terungkap dalam white paper “Taste and Transformation: How Luxury Dining Is Shaping Identity, Connection and Lifestyle in Southeast Asia” yang disusun BurdaLuxury dan Vero. Studi yang melibatkan 600 konsumen premium di Malaysia, Singapura, dan Thailand itu dipresentasikan dalam ajang Lifestyle Asia Best Bites Awards di Bangkok.
Baca Juga : Subway Hadirkan SubSavers Untuk Konsumen Urban Lebih Hemat
CEO BurdaLuxury, Björn Rettig, Senin, (8/6/2026), mengatakan hasil riset menunjukkan adanya pergeseran dari konsumsi yang berorientasi pada status menuju pencarian pengalaman yang lebih bermakna. Menurutnya, makanan kini menjadi medium yang menghubungkan konsumen dengan budaya, komunitas, dan diri mereka sendiri.
Secara regional, konsumen premium semakin mendefinisikan kemewahan melalui nilai emosional dibandingkan harga atau eksklusivitas. Sebanyak 33,17 persen responden mengaku memilih pengalaman kuliner premium sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri, sementara 31,5 persen menjadikannya bagian dari perayaan pencapaian penting.
Baca Juga : Melindungi Konsumen, Chemours Kampanyekan Antipemalsuan di Asia Pasifik
Meski memiliki motivasi yang serupa, perilaku konsumen di setiap negara menunjukkan karakter berbeda. Di Malaysia dan Singapura, fine dining masih diposisikan sebagai pengalaman spesial yang dinikmati sesekali.
Sebaliknya, konsumen Thailand tercatat lebih sering mengunjungi restoran premium dan lebih aktif membagikan pengalaman kuliner mereka di media sosial.
Baca Juga : Layanan ‘Transfer Ke Mana Pun’, Efektif dan Menarik Tingkatkan Minat Konsumen UMKM
Riset ini juga mengungkap kuatnya pengaruh platform digital terhadap keputusan konsumen. Sembilan dari sepuluh responden mengaku pernah mencoba restoran atau pengalaman kuliner baru setelah melihatnya secara online. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial kini menjadi salah satu faktor utama yang membentuk tren konsumsi premium di kawasan.
Menariknya, dampak pengalaman kuliner tidak berhenti pada makanan. Banyak responden mengaku terinspirasi untuk mengeksplorasi kategori gaya hidup lain seperti desain interior, fesyen, hingga wellness setelah menikmati pengalaman bersantap yang berkesan.
Baca Juga : Bertransformasi ke Digital, Nu Skin Mampu Menjangkau Konsumen Baru
Temuan tersebut menunjukkan bahwa di era ekonomi pengalaman, restoran premium tidak lagi sekadar tempat makan. Fine dining telah berkembang menjadi bagian dari identitas gaya hidup yang memengaruhi cara konsumen berinteraksi dengan budaya, perjalanan, dan berbagai merek yang mereka pilih. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim











