Categories: InternationalNews

Lawatan Perdana Presiden Prabowo: Sukses dan Sarat Makna

”Prabowo adalah sosok pemimpin yang percaya diri … dan dia punya pengetahuan soal isu-isu internasional,” kata Dr. Teuku Rezasyah. Perlu sedari dini membangun hubungan dan kepercayaan dari para pejabat asing demi hubungan bilateral dan multilateral yang lebih baik ke depannya. Di dalam negeri, kunjungan Prabowo menunjukkan bahwa dia adalah komandan diplomasi dan pertahanan Indonesia,” kata dia. Di mata dunia, Prabowo ingin menunjukkan bahwa dia siap membantu dunia menghadapi isu-isu global.”, kata Dosen Pasca Sarjana UNPAD ini.

Pembicara ketiga, Bagas Hapsoro, Dubes RI untuk Swedia dan Latvia (2016-2020) menggaris bawahi perlunya kontinuitas penanganan masalah Ukraina. Disebutkan oleh Bagas bahwa meski resolusi tentang Ukraina diputuskan sewaktu di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi namun visi Indonesia yang diambil tetap harus diteruskan.

Baca Juga : Langkah Terpadu Menghadapi EUDR

Dasar dari Politik Luar Negeri (Polugri) kita terdapat pada Pembukaan UUD 1945. “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Berkontribusi terhadap upaya perdamaian dunia dengan prinsip kemerdekaan, yaitu aktif menyelesaikan masalah internasional. Prinsip kemerdekaan: merdeka dalam membuat keputusan, tidak karena tekanan negara lain.

Jadi yang dinamakan “Politik Bebas-Aktif/Non-Blok”: Bebas: merdeka dalam menentukan sikap/membuat keputusan, tidak dalam tekanan.  Aktif: ikut serta memelihara perdamaian dunia.

Baca Juga : ‘Tulisan Para Diplomat Wajib Dibaca Pemerhati Polugri’, Komentar Tantowi Yahya

Indonesia sangat konsisten, dalam masalah pendudukan AS di Iraq dan Libya, Indonesia juga mengutuk dan meminta supaya mengakhiri pendudukannya.

Dari lawatan Presiden Prabowo ini dapat disimpulkan bahwa:

  1. Indonesia mendukung perjuangan rakyat Palestina agar menjadi merdeka dan berdaulat.
  2. Indonesia berani menghadapi tantangan yang ada baik dari luar maupun dari dalam.
  3. Berani mawas diri dan koreksi diri sendiri.
  4. Pemimpin harus bekerja untuk rakyat.
  5. Politik luar negeri yang bebas aktif, non blom dan bersahabat dengan semua negara.
  6. Indonesia ingin bersahabat dengan semua negara dan menjadi tetangga yang baik.
  7. Punya seribu kawan terlalu sedikit dan punya satu lawan terlalu banyak.
  8. Prinsip anti penjajahan, penindasan, dan diskriminasi.
  9. Konsisten bela rakyat yang tertindas, oleh karena itu mendukung perjuangan rakyat Palestina
  10. Memuji para pemimpin terdahulu dan bangun gotong royong untuk NKRI
  11. Siap melanjutkan estafet kepemimpinan untuk menjadi bangsa yang kuat, berdaulat, adil, dan makmur.

Diskusi berkesimpulan bahwa ketegangan kawasan dan global akibat rivalitas AS-China itu perlu  dinavigasi (perlu diatur) demi memastikan keamanan, kedaulatan, dan tercapainya tujuan nasional Indonesia. Dalam konteks ini, bisa dipahami pilihan lawatan Prabowo ke China dan AS, Peru, Brazil, Inggris, dan beberapa negara Timur Tengah termasuk Persatuan Emirat Arat.

Dalam berbagai kesempatan Presiden Prabowo menyatakan keinginannya bekerja sama dan menghormati semua kekuatan, dengan tetap mempertahankan kedaulatan. ”Saya percaya kolaborasi, kerja sama, selalu lebih baik daripada konfrontasi atau konflik. Tentunya ini harus diupayakan, tidak akan datang sendiri”.

Baca Juga : El Nino dan Peraturan UE Tentang Deforestasi : Siapkah Kita?

Dalam kunjungan Presiden Prabowo ke China, Indonesia dan tuan rumah menandatangani dokumen kerja sama dalam berbagai bidang, seperti pengembangan kerja sama maritim, perikanan, sumber daya mineral, sumber daya air, keselamatan maritim, penilaian kesesuaian, ekonomi hijau, perumahan, dan impor kelapa Indonesia. Lawatan itu, menurut Kadin Indonesia, menghasilkan kesepakatan kerja sama ekonomi senilai 10 miliar dollar AS atau Rp156 triliun.

Adapun di AS, Prabowo dan Presiden Joe Biden berkomitmen memperdalam hubungan dengan memperluas kerjasa bidang-bidang baru, seperti iklim, energi, HAM dan tenaga kerja, kebijakan luar negeri, dan kebijakan keamanan nasional.  Kontak telpon Prabowo dan Presiden terpilih AS Trump menjadi modal awal  dalam hubungan Jakarta-Washington, DC empat tahun ke depan.  

Baca Juga : Ini Peran Diplomat dalam Menjalankan Polugri

Diskusi sepakat bahwa realisme dalam keamanan nasional, nasionalisme pragmatis guna mendukung pembangunan ekonomi, serta idealisme dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan dan internasional. (*)

  • Penulis : Budiman Sasono
  • Editor : Fatkhurrohim
  • Photo : Istimewa

Page: 1 2

Fatkhurrohim

Leave a Comment

Recent Posts

The Grill House Tawarkan Grilled BBQ Platter di De’Attic Rooftop

CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Jumat malam menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat setelah sepekan beraktivitas. De’Attic Rooftop di ARTOTEL Living… Read More

3 days ago

Goresan Kuas SBY Art Community Hadirkan Diplomasi Perdamaian di Ruang Publik

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Seni lukis kembali mengambil peran sebagai medium dialog lintas budaya. SBY Art Community (SAC) menghadirkan pameran Art… Read More

3 days ago

The Late Shift Sajian Makan Malam yang Terinspirasi dari Budaya Midnight Diner

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Menikmati malam di tengah atmosfer seni dan budaya Jakarta kini mendapat pilihan baru melalui The Late Shift… Read More

4 days ago

Independence Run 2026 Ajak Warga Jakarta Hidup Lebih Sehat

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Novotel Jakarta Cikini berkolaborasi dengan Ocean Mattress & Sleep Solution menggelar… Read More

4 days ago

Karnaval 32 Kendaraan Hias Meriahkan Malam Merdeka Jakarta

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kawasan Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi ruang perayaan kebersamaan masyarakat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan… Read More

5 days ago

1.500 Drone Warnai Malam Merdeka di Langit Jakarta

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Langit Jakarta menjadi ruang pertunjukan teknologi dan kreativitas saat 1.500 drone diterbangkan secara terkoordinasi di kawasan Bundaran… Read More

5 days ago