Mahasiswa LSPR Dorong Kesadaran Lingkungan Pesisir Lewat Perahu Kite

Mahasiswa LSPR melalui Perahu Kite mengajak warga pesisir Marunda meningkatkan kesadaran lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan./Foto Ilustrasi/Fatoer.

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Mahasiswa LSPR Institute of Communication & Business melalui program Jangkar Asa menghadirkan inisiatif pemberdayaan masyarakat bertajuk “Perahu Kite: Merakit Harapan Pesisir Marunda” di Kampung Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara.

Program ini berfokus pada edukasi lingkungan, kesehatan, dan pelestarian budaya lokal sebagai upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat pesisir terhadap pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga : Lokakarya Kemenko – LSPR: Satukan Kebijakan, Dengarkan Suara Masyarakat

Mengusung simbol “Perahu Kite”, kegiatan ini merepresentasikan semangat gotong royong masyarakat pesisir yang terus bergerak menghadapi berbagai tantangan. Perahu dipilih sebagai lambang perjalanan dan ketahanan, sementara kata “kite” yang berasal dari dialek Betawi mencerminkan kedekatan program dengan identitas lokal.

Ketua pelaksana program, Selasa, (2/6/2026), menjelaskan bahwa kegiatan mengusung slogan “Menahan, Menguatkan, Menghidupkan” sebagai pendekatan holistik untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Baca Juga : LSPR Juara Dunia Crisis Management! Ini Rahasia di Balik Peringkat #1 Global Versi WURI 2025

“Melalui program ini, mahasiswa berupaya membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif,” ujarnya.

Sejumlah kegiatan edukatif digelar selama program berlangsung, mulai dari pelatihan pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga, permainan edukasi berbasis lingkungan, hingga pelatihan penggunaan media sosial secara bijak bagi remaja. Warga juga dilibatkan dalam aksi gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.

Baca Juga : LSPR Institute Gelar Coaching Clinic Mengajar Matematika Berbasis Humor untuk Guru SD dan SMP

Program ini hadir sebagai respons terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di kawasan pesisir. Selain keterbatasan infrastruktur, rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah dinilai menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian.

Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai aktor utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Baca Juga : Tahun Ini, LSPR Memberikan Penghargaan ke 31 Alumni dan 11 Mitra Perusahaan

Ke depan, Jangkar Asa menargetkan terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik, meningkatnya kesadaran lingkungan masyarakat, serta terbukanya akses informasi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan warga pesisir Marunda. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *