wartaevent.com – Jakarta. Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid, kini berubah menjadi Politeknik Sahid. Perubahan nama ini menjadi Politeknik Pariwisata ini merupakan salah satu lembaga pendidikan yang sangat cepat melakukan adaptasi pola pengajaran dengan kebutuhan industri. Persemian tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Politeknik Sahid dari Kabid LLDIKTI Wilayah III, Wilayah DKI Jakarta.
Hal ini diutarakan oleh Nugroho B Sukamdani, Ketua Umum Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya belum lama di kampus Politeknik Pariwisata Sahid di Pondok Cabe, Tangerang. “Dulu itu bentuknya akademi, lalu berubah menjadi fakultas non-gelar, terus berubah lagi menjadi sekolah tinggi, kemudian sekarang jadi politeknik,” ungkapnya.
Dengan status ini menurutnya, pihak kampus bisa berkembang lebih luas lagi dengan masuknya program S2 Terapan atau prodi-prodi baru yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia pariwisata dan perhotelan.
Di lain pihak, Kabid. Kelembagaan LLDIKTI Wilayah III DKI Jakarta berharap agar Politeknik Sahid menjadi percontohan bagi lembaga pendidikan lain untuk mampu menjawab tantangan industri 4.0. Pasalnya, di tengah disrupsi teknologi saat ini membuat banyak industri khususnya pariwisata kewalahan.
Baca Juga : STP Sahid Bekerjasama Kedutaan Perancis Datangkan Chef Jean-François Piège
“Banyak institusi yang menyerah pada era industri 4.0 ini, tetapi banyak juga yang berhasil dan bertahan. Kami berharap agar perubahan status dari Politeknik Sahid ini, proses adaptasi itu bisa jauh lebih baik,” ucapnya.
Plt. Direktur Politeknik Sahid Ir.Kusmayadi MM, mengatakan lembaga pendidikan memiliki banyak kesempatan untuk melakukan banyak hal dengan status politeknik. Pihaknya semakin gencar memperbanyak kerja sama dengan institusi pendidikan lain, baik di dalam maupun luar negeri, setelah berhasil bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi politeknik.
Kusmayadi menuturkan bahwa Politeknik Sahid baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan Silk Road International Tourism University Uzbekistan, PT SAF Indonesia, dan SMKN 1 Cipanas. Saat ini Politeknik Sahid sudah melakukan program gelar ganda dengan adanya 100 orang mahasiswa dari Uzbekistan, begitu juga sebaliknya. Dan, tahun ini, pihaknya ada kerja sama dengan salah satu universitas di Amerika juga bisa di realisasikan.
Baca Juga : Wisuda STP Sahid, Lulusannya Terserap Pasar Dalam dan Luar Negeri
Di luar itu, lembaga pendidikan ini juga sudah mulai merencanakan untuk membuat pendidikan jarak jauh. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target peningkatan mahasiswa dari rata-rata per tahun 2.200 orang menjadi 5.000 pada 2022.
Di luar itu, pihaknya juga mengatakan tengah kesulitan dalam strategi pengenalan yang tepat untuk status barunya kepada masyarakat. “Untuk mengubah mindset sekolah tinggi ke politeknik rasanya tidak akan mudah. Maka dari itu kami juga masih mencantumkan merek pariwisata di setelah nama Politeknik Sahid,” ucapnya. [*]
BALI, WARTAEVENT.com — Di tengah masifnya pembangunan destinasi wisata dan kawasan kreatif di Bali, Nuanu Creative City mencoba menempatkan isu… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Menyambut musim liburan sekolah 2026, Swiss-Belhotel International meluncurkan program loyalitas anak bertajuk SBEC Juniors sekaligus menghadirkan maskot… Read More
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Hotel lifestyle kini tidak lagi sekadar menawarkan fasilitas menginap, tetapi juga menjadi ruang ekspresi seni dan kreativitas.… Read More
BANTUL, WARTAEVENT.com — Sidang lanjutan perkara gugatan Kaumy di Pengadilan Negeri Bantul kembali digelar Selasa (26/5/2026) dengan agenda laporan hasil… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Tren work from café dan pola kerja fleksibel terus berkembang di kalangan pekerja urban dan mahasiswa. Melihat… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com — Momentum libur pertengahan tahun dimanfaatkan pelaku industri hospitality untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih praktis dan terintegrasi.… Read More
Leave a Comment