TPJF Perluas Kolaborasi, Dorong Festival Jadi Atraksi Wisata

TPJF memperluas kolaborasi dengan pemerintah dan swasta untuk memperkuat festival sebagai atraksi wisata Bandung dan Jawa Barat.

JAKARTA, WARTAEVENT.com The Papandayan Jazz Festival (TPJF) yang akan berlangsung pada 3-4 Oktober 2026,  di The Papandayan Hotel Bandung, tidak hanya mengandalkan pertunjukan musik sebagai daya tarik.

Memasuki penyelenggaraan ke-11, festival ini memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta untuk memperkuat posisinya sebagai bagian dari ekosistem pariwisata Bandung dan Jawa Barat.

Read More

Event Director TP Jazz Management, Tyagita R. Hermawan, mengatakan TPJF bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui Mojang Jajaka Stage. Festival tersebut juga telah tercantum dalam calendar of event Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, serta Kementerian Pariwisata RI.

“Tahun sekarang, kami juga sudah masuk ke Kementerian Pariwisata untuk menjadi salah satu festival yang direkomendasikan untuk didatangi di Kota Bandung,” ungkap Gita.

Masuknya TPJF ke dalam kalender kegiatan pariwisata pemerintah menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan festival kepada wisatawan dari luar Bandung. Dengan demikian, festival tidak hanya diposisikan sebagai agenda musik, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu alasan wisatawan melakukan perjalanan ke Bandung.

Baca Juga :  Pertahankan Konsep Intimate, Ini Harga Bundling Tiket The Papandayan Jazz Festival dan Menginap

Kolaborasi tersebut tahun ini diperluas melalui keterlibatan sektor swasta. Kota Baru Parahyangan (KBP) bergabung sebagai salah satu main sponsor TPJF.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Kota Baru Parahyangan Stage digunakan sebagai salah satu nama panggung di Swagi Grand Ballroom, yang menjadi main hall sekaligus panggung utama TPJF.

Kolaborasi dengan KBP juga tidak berhenti pada penyelenggaraan TPJF di Bandung. Dua pekan sebelumnya, pihak festival menggelar The Papandayan Jazz Universe di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.

Program tersebut menghadirkan Kang Wiki, Dira, Dirli, Rimar, dan Sandhy Sandoro melalui proyek The Greatest Movies on Track. Menurut Gita, pertunjukan tersebut terjual habis dalam waktu dua pekan.

“Kita mencoba membawa Papandayan Jazz Festival keluar dari Kota Bandung, ke Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Langkah tersebut memperlihatkan pola kolaborasi yang mulai bergerak melampaui batas satu kota. Festival musik menjadi medium untuk mempertemukan pelaku seni, sektor pariwisata, properti, dan audiens dari wilayah berbeda.

Keterlibatan pemerintah dan swasta juga membuka kemungkinan perluasan program TPJF ke kota lain. Gita menyebut Jakarta sebagai salah satu wilayah yang tidak menutup kemungkinan menjadi tujuan pengembangan kegiatan berikutnya.

Baca Juga :  TPJC 2025: Kompetisi Jazz Online Global yang Siap Hadir dengan Kesempatan Emas bagi Musisi

Bagi TPJF, perluasan tersebut bukan semata tentang memperbesar skala festival. Tantangannya adalah bagaimana menjaga karakter dan pengalaman yang selama ini menjadi identitas festival, sambil membangun jaringan yang lebih luas dengan tourism stakeholders.

Dengan masuknya TPJF dalam kalender pariwisata pemerintah serta kolaborasi dengan mitra swasta, festival ini mulai menempatkan musik sebagai bagian dari perjalanan wisata. Bandung tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan, tetapi juga bagian dari pengalaman yang hendak ditawarkan kepada audiens dari luar kota. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

  • Editor : Fatkhurrohim

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *