JAKARTA, WARTAEVENT.com – Transformasi digital di Indonesia memasuki fase baru. Tantangan perusahaan kini bukan lagi sekadar mengadopsi kecerdasan buatan (AI), melainkan memastikan seluruh sistem teknologi informasi (IT) mampu memberikan visibilitas operasional secara menyeluruh.
Semakin kompleks infrastruktur digital, semakin besar pula volume data yang dihasilkan dari aplikasi, server, jaringan, hingga sistem keamanan. Ironisnya, melimpahnya data justru membuat banyak tim IT kesulitan menemukan akar penyebab gangguan dengan cepat.
Baca Juga : Adopsi Autonomous AI Bergeser dari Produktivitas ke Tata Kelola
Kondisi tersebut memunculkan operational blind spots, yakni keterbatasan visibilitas yang dapat memperlambat pengambilan keputusan. Di era layanan digital yang berjalan hampir tanpa henti, jeda waktu dalam mengidentifikasi masalah berpotensi memengaruhi kualitas layanan, produktivitas, hingga pengalaman pelanggan.
Di sisi lain, adopsi AI di Indonesia terus meningkat. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut belum selalu diiringi kesiapan operasional. AI membutuhkan data yang terintegrasi dan tersedia secara real time agar mampu menghasilkan analisis yang akurat. Ketika data masih tersebar di berbagai sistem, hasil yang diperoleh berisiko tidak memberikan gambaran menyeluruh.

Karena itu, banyak organisasi mulai beralih dari pendekatan reaktif menjadi proaktif melalui pemanfaatan AIOps (Artificial Intelligence for IT Operations). Teknologi ini membantu menghubungkan berbagai data operasional, mengurangi noise dari ribuan notifikasi, serta mempercepat identifikasi akar penyebab insiden.
Technical Manager ManageEngine Indonesia, Hanief Bastian, Jum’at, (3/7/2026), mengatakan tantangan utama perusahaan saat ini bukan kekurangan data, melainkan kemampuan menghubungkan informasi yang tersebar agar keputusan dapat diambil lebih cepat.
Baca Juga : Kemenpar Manfaatkan AI Hadapi Perubahan Perilaku Wisatawan Digital
Menurutnya, investasi AI perlu dibarengi fondasi operasional yang kuat. Visibilitas menyeluruh terhadap lingkungan IT memungkinkan organisasi mengurangi decision latency, meningkatkan ketahanan operasional, sekaligus mendukung keberlangsungan bisnis.
Seiring transformasi digital yang semakin matang, visibilitas operasional dipandang menjadi salah satu faktor penentu daya saing perusahaan. Bukan lagi soal seberapa banyak teknologi yang digunakan, tetapi seberapa cepat organisasi mampu mengubah data menjadi keputusan yang tepat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim










