Pertahankan Konsep Intimate, Ini Harga Bundling Tiket The Papandayan Jazz Festival dan Menginap

Selain tiket reguler, penyelenggara menyediakan paket kamar mulai Rp1.980.000 untuk dua orang. Paket tersebut mencakup akomodasi sekaligus tiket festival.

JAKARTA, WARTAEVENT.com Memasuki penyelenggaraan ke-11, The Papandayan Jazz Festival (TP Jazz Festival) yang akan berlangsung pada 3-4 Oktober 2026, di The Papandayan Hotel Bandung terus mempertahankan konsep festival musik yang intim di lingkungan hotel.

Konsistensi tersebut menjadi bagian dari strategi penyelenggara untuk menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan festival jazz dengan skala dan kapasitas penonton yang lebih besar.

Read More

Event Director TP Jazz Management, Tyagita R. Hermawan, mengatakan salah satu tantangan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan festival hingga tahun ke-11 penyelenggaraan adalah membangun komunikasi dengan musisi yang belum mengenal TP Jazz Festival.

“Banyak musisi yang belum mengenal The Papandayan Jazz Festival sehingga mereka tidak memberikan respons ketika kami melakukan pendekatan,” ujar Gita.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim talent management dalam mencari dan mengajak musisi untuk tampil. Meski demikian, penyelenggara mengaku terbantu oleh sejumlah pihak yang membuka akses dan komunikasi dengan para musisi.

Baca Juga :  Kibaskan Dingin Menusuk, RAN Menutup Manis Sajian BRI Jazz Gunung Bromo Series 1

Tantangan lainnya adalah meyakinkan publik dan musisi bahwa hotel dapat menjadi ruang penyelenggaraan festival musik. Konsep tersebut kemudian dikembangkan melalui pengalaman festival yang lebih nyaman dan terintegrasi dengan fasilitas hotel.

Pengunjung yang menginap, misalnya, tidak perlu meninggalkan area hotel untuk menikmati rangkaian pertunjukan. Konsep tersebut juga memungkinkan penonton menikmati festival tanpa kondisi yang terlalu padat.

Gita mengatakan, suasana tersebut bahkan membuat sejumlah musisi dapat berbaur dengan penonton secara lebih natural.

“Banyak teman-teman musisi yang akhirnya tidak merasa seperti sedang berada di sebuah festival. Mereka sering blend in di antara the crowds karena suasananya sangat santai dan nyaman,” katanya.

Memasuki tahun ke-11, TP Jazz Festival tidak menjadikan penambahan jumlah penampil sebagai ukuran utama perkembangan festival.

Gita menjelaskan, jumlah musisi disesuaikan dengan jumlah panggung yang tersedia. Setiap panggung memiliki jumlah slot yang telah ditentukan sehingga penambahan musisi tidak otomatis terjadi setiap tahun.

Dalam sekitar tiga tahun terakhir, jumlah panggung TP Jazz Festival juga relatif tidak berubah. Karena itu, jumlah slot penampilan ikut dipertahankan.

Baca Juga :  Harry Toledo Memukau di Lawu Jazz Festival 2024, Angkat Keindahan Tawangmangu sebagai Destinasi Seni

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *