Rajesh Ganesan, CEO ManageEngine, masa depan AI perusahaan hadirkan solusi yang relevan, efisien, dan dapat dipercaya./Foto.Istimewa..
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia memasuki babak baru. Jika sebelumnya perusahaan berfokus pada pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas, kini perhatian mulai bergeser ke bagaimana teknologi tersebut dapat beroperasi secara aman, transparan, dan akuntabel.
Perubahan ini muncul seiring berkembangnya autonomous AI atau agentic AI, sistem yang tidak hanya memberikan rekomendasi, tetapi juga mampu menjalankan tugas, mengambil keputusan operasional, dan berkoordinasi lintas platform dengan intervensi manusia yang minim.
Baca Juga : JumpStart Perluas Vending Machine AI Lewat Investasi Baru Jepang
Momentum adopsi AI di Indonesia terbilang kuat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia telah menjadi pasar AI potensial terbesar keempat di Asia, dengan investasi sektor swasta mencapai USD 91 juta sepanjang akhir 2024 hingga pertengahan 2025. Di sisi lain, lebih dari separuh pekerja percaya AI mampu meningkatkan produktivitas kerja.
Namun, semakin luas peran AI dalam operasional bisnis, semakin besar pula kekhawatiran terkait privasi data, akuntabilitas, dan pengawasan. Pertanyaan yang kini muncul bukan lagi apakah AI dapat digunakan, melainkan siapa yang mengendalikan data, bagaimana keputusan AI dapat diaudit, serta sejauh mana organisasi tetap memiliki kendali atas sistem yang bekerja secara otonom.
Baca Juga : Hanwha Life Luncurkan AI Advisor Perkuat Layanan Asuransi Digital
Di sektor keuangan, misalnya, agentic AI mulai dipertimbangkan untuk menangani layanan nasabah, investigasi keamanan siber, pemantauan sistem TI, hingga optimalisasi infrastruktur cloud. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan telah memasukkan agentic AI sebagai salah satu investasi teknologi strategis dalam tata kelola AI perbankan.
Menurut Rajesh Ganesan, CEO ManageEngine, masa depan AI perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan model, tetapi juga kemampuan menghadirkan solusi yang relevan, efisien, dan dapat dipercaya.
Sementara itu, Vice President ManageEngine Umasankar Narayanasamy menilai prinsip privasi dan kedaulatan data akan menjadi faktor pembeda utama dalam adopsi AI jangka panjang.
Baca Juga : Maybank Indonesia Luncurkan Amanah Pro Bersama Muslim Pro
Perkembangan ini menunjukkan bahwa era AI berikutnya bukan sekadar perlombaan menghadirkan teknologi paling pintar. Yang semakin menentukan adalah kemampuan perusahaan membangun tata kelola yang kuat agar inovasi dapat berjalan seiring dengan keamanan, transparansi, dan kepercayaan pengguna. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang balap motor kelas dunia, tetapi juga semakin… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang balap motor paling bergengsi di dunia, tetapi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Indonesia kembali bersiap menjadi tuan rumah salah satu ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Pertamina Grand… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri perhotelan mulai melihat perubahan kebutuhan wisatawan yang tidak lagi sekadar mencari tempat beristirahat, tetapi juga pengalaman… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Apakah kalian pernah melihat generasi muda di Jakarta mengantre untuk suatu yang viral? Banyak dari mereka yang… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Onitsuka Tiger meresmikan toko terbarunya di Jakarta sekaligus memperkenalkan konsep retail terbaru sekaligus menampilkan berbagai koleksi unggulan… Read More
Leave a Comment