Selain itu, lanjutnya, keterampilan videografi sebaiknya harus dimiliki. Untuk alatnya, saat ini sudah bisa menggunakan ponsel cerdas yang rata-rata memiliki kualitas lensa yang baik. Adapun untuk membuat konten narasi, bisa memanfaatkan kecerdasan buatan bernama ChatGPT.
Asfira Rachmad menyampaikan, dalam branding digital, tetap dibutuhkan apa yang disebut sebagai etika. Menurut dia, etika berinternet adalah tata krama dalam menggunakan internet.
Baca Juga : Ingin Bangun ‘Personal Branding’, Berikut Ini Tips dan Strateginya
Perlu disadari bahwa berinteraksi dengan manusia nyata di dunia maya, bukan sekadar berurusan dengan deretan huruf dan angka di layar monitor, melainkan dengan karakter manusia yang sesungguhnya. Ia menyebut ada empat etika bisnis secara digital, yaitu kejujuran, ketepatan, loyalitas, dan disiplin.
“Harus ada kejelasan mengenai produk yang kita jual, misalnya bahwa produk tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan atau memiliki efek samping tertentu. Selain itu, penting bagi konsumen untuk mengetahui cara penggunaan produk yang kita jual dan ada jaminan mengenai fungsi penggunaannya. Harus ada jaminan garansi apabila barang tersebut tidak sesuai harapan konsumen,” ucapnya.
Baca Juga : Penerapan Nilai-nilai Pancasila Pastikan Keamanan dan Kenyamanan di Ruang Digital
Asfira mengingatkan, dalam branding digital, ada beberapa hal yang wajib dihindari atau terlarang untuk dilakukan. Hal tersebut adalah promosi yang mengandung unsur SARA; menjatuhkan kompetitor; dan plagiat. “Tetaplah kreatif dan terus aktif. Hidup itu indah dengan berkarya,” katanya.
Sementara itu, Deny Yudiantoro mengingatkan, ada beberapa masalah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi digital. Masalah tersebut adalah cara bisnis yang dilakukan oleh UMKM sudah ketinggalan zaman atau konvensional.
Baca Juga : Etika dan Keamanan Digital, Modal Penting Berselancar di Dunia Maya
Mereka tidak adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kurang responsif dengan perubahan yang ada. Selain itu, banyak UMKM yang kurang memahami perkembangan selera pasar. “Sudah bukan masanya lagi transaksi dilakukan secara tradisional, tetap sudah saatnya dilakukan secara digital,” ungkapnya.
Ia menyarankan agar pelaku UMKM terjun ke lokapasar. Selain tidak membutuhkan biaya besar atau mahal, pelaku usaha akan mendapatkan trafik organik secara gratis. Agar pemasaran kian masif, promosi juga bisa dilakukan lewat media sosial yang ada, seperti Facebook, Instagram, atau TikTok.
Baca Juga : Chat GPT, Aplikasi Cerdas yang Memiliki Dua Sisi
Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. [*]
Page: 1 2
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Hotel Aloft Surabaya Pakuwon City bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan ITS Innovation Experience pada 22–24… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya global, Dafam Express Jaksa Jakarta menghadirkan program “Kamis Betawi” sebagai… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Tren industri beauty dan lifestyle yang terus tumbuh dimanfaatkan G! Market 2026 dengan menghadirkan pameran berbasis pengalaman… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) membawa pendekatan lifestyle experience dalam perayaan “Grey Days 2026” melalui kehadiran… Read More
BALI, WARTAEVENT.com - Nuanu Creative City memperkenalkan Nuanu Park, taman publik seluas 1,6 hektare yang disiapkan sebagai pintu masuk utama… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com - Indonesia Business Event Mart resmi diperkenalkan sebagai ajang business events pertama di Indonesia yang difokuskan untuk memperkuat… Read More
Leave a Comment