Mahasiswa LSPR menghadirkan INTUISI, gerakan edukasi bahasa isyarat untuk membangun komunikasi inklusif bagi komunitas Tuli di Jakarta.
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Mahasiswa LSPR Institute of Communication & Business mengembangkan gerakan komunikasi inklusif bertajuk INTUISI (Interaksi Untuk Inklusi) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat dan memperkuat interaksi dengan komunitas Tuli di Kelurahan Sukabumi Selatan, Jakarta Barat.
Program ini berangkat dari data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang telah diverifikasi bersama pemerintah kelurahan setempat. Tercatat, lebih dari 40 penyandang disabilitas berdomisili di wilayah Sukabumi Selatan, termasuk lebih dari 20 penyandang Tuli yang masih menghadapi kendala komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : ARTOTEL Harmoni Jakarta Dorong Inklusi Lewat Kartini Rising Stars
Project Leader INTUISI, Carizsa Pasha Lady Jacob, mengatakan hambatan utama yang ditemui bukan hanya terbatasnya akses informasi bagi teman Tuli, tetapi juga minimnya kemampuan masyarakat sekitar dalam menggunakan bahasa isyarat.
Sebagai program pengabdian masyarakat, INTUISI menghadirkan sejumlah kegiatan, di antaranya edukasi bahasa isyarat bagi kelompok Dasawisma melalui program DIAM (Dengan Isyarat Aku Menyapa), kunjungan langsung ke rumah penyandang Tuli dan keluarganya, kampanye digital BISIK (Bahasa Isyarat Itu Asik), serta talkshow mengenai komunikasi inklusif.
Baca Juga : ARTOTEL Casa Kuningan Bekerja Sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy Perkuat Inklusivitas Perhotelan
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa berkolaborasi dengan SMKN 45 Jakarta dengan melibatkan siswa sebagai bagian dari kegiatan lapangan. Program ini juga menggandeng mahasiswa LSPR School of Special Needs Education (SSNE), Dipa Rizky Prakusha, serta siswi SMKN 45 Jakarta, Razka Nayla Asshiddiqi, sebagai duta program yang mewakili perspektif komunitas Tuli.
Rangkaian kegiatan ditutup melalui talkshow yang diikuti 171 peserta dengan menghadirkan dosen LSPR SSNE Nunur Aeni dan CEO PTI-Ruang Isyarat, Phieter Angdika. Selain membahas tantangan yang dihadapi komunitas Tuli di Indonesia, kegiatan tersebut juga dilengkapi simulasi bahasa isyarat dasar yang dapat dipraktikkan langsung oleh peserta.
Baca Juga : Program SisBerdaya DANA Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas
Melalui pendekatan berbasis kolaborasi dengan keluarga, kelompok masyarakat, dan komunitas Tuli, program INTUISI diharapkan dapat memperluas pemahaman bahwa bahasa isyarat bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga sarana membangun lingkungan yang lebih inklusif dan setara bagi seluruh warga. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Upaya meningkatkan literasi perfilman di kalangan generasi muda dilakukan melalui program Lensa Sinema Melati, kolaborasi mahasiswa LSPR… Read More
MALANG, WARTAEVENT.com – Kehadiran ruang seni baru di Kota Malang menambah infrastruktur yang mendukung perkembangan ekosistem kreatif setelah kota tersebut… Read More
SEMARANG, WARTAEVENT.com – Musim liburan sekolah dimanfaatkan sejumlah hotel untuk menghadirkan penawaran yang menyasar keluarga. Salah satunya Metro Park View… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Pameran tunggal "Matahari dan Bayangan" karya perupa Imes Paskalia resmi digelar di Selasar Nashar, Paviliun Raden Saleh,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Konsep intimate wedding masih menjadi pilihan banyak pasangan yang menginginkan perayaan pernikahan lebih sederhana, personal, dan efisien.… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com — Liburan sekolah menjadi momentum bagi keluarga untuk mencari aktivitas yang menyenangkan tanpa harus bepergian jauh. Menjawab kebutuhan… Read More
Leave a Comment