Site icon WARTAEVENT.COM

Begini Cara Mengatasi Anak Kecanduan Gadget

WARTAEVENT.com – Bojonegoro. Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Bojonegoro., dimulai pukul 09.00 WIB menggunakan platform Zoom dengan jumlah peserta mencapai 340 orang.

Webinar kali ini dipimpin oleh Moderator, Muhammad Agung Setyawan, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Dr. Nasrul Syarif, M.Si, Daniel Octavianus Atmadja, B.Bus, Retno Aulia Vinarti, S.Kom, M.Kom, Ph.D, Inayah Sri Wardhani, S.Psi dan Kunjung Wahyudi.  Tercatat jumlah peserta yang mengikuti acara ini sejumlah 340 peserta.

Baca Juga : Ini Pentingnya Orang Tua Memahami Aplikasi Family Link dari Google

Adapun tema yang diangkat adalah Indonesia Makin Cakap Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital. 

Inayah Sri Wardhani, S.Psi dan Retno Aulia Vinarti, S.Kom, M.Kom, Ph.D menyoroti bagaimana mengatasi anak sekarang yang dibawah 5 tahun telah kecanduan Gadget. 

Baca Juga : Bupati Magetan Ini Melacak Calon Menantunya Melalui Rekam Jejak Digital

Sebagai narasumber Inayah Sri Wardhani, S.Psi  menjelaskan, berdasarkan pengalaman, setiap anak-anak yang kecanduan menggunakan gadget rata-rata mengalami permasalahan psikologis tentang ketergantungan dan mengakibatkan mata minus.

Karena anak-anak sendiri tidak bisa mengontrol keingintahuaannya terhadap sesuatu yang baru apalagi di penggunaan gadget atau sejenisnya. Maka proteksi orangtua yang perlu ditekankan untuk mengawasi dan memberikan edukasi. 

“Perlu melakukan kegiatan edukasi lainnya untuk mengalihkan sang anak dengan menggantikan kegiatan permainan yang melatih daya motorik dan dapat sekaligus memberikan pemahaman bahwa bermain gadget secara berlebih dapat menghasilkan efek buruk bagi dirinya,” ujarnya.

Baca Juga : Dalam Literasi Digital, Warga Kediri Diajak Tidak Memposting Bermuatan Intoleransi

Sementara itu Retno Aulia Vinarti, S.Kom, M.Kom, Ph.D menambahkan, dibutuhkan konsistensi untuk pengalihan dan tergantung pola asuh yang keliru mulai sekarang tidak ada kata terlambat untuk para orangtua mengedukasi. 

“Meskipun tidak ada pendidikan mengenai pola asuh orang tua namun pembelajaran melalui pengalaman lebih berharga, walaupun berawal dari kesalahan tentang kebiasaan,” terang Retno.

Baca Juga : Search Engine Berikut Ini Menjadi Rekomendasi dalam Literasi Digital

Kedua narasumber ini sepakat, apabila diimbangi dengan perubahan dan konsistensi maka akan terjadi kesinambungan. Ada tahapan kecanduan anak bisa diamati dengan pola ketergantungan mereka serta harus adanya pola proteksi pengawasan terhadap anak. [*]

Exit mobile version