Site icon WARTAEVENT.COM

Bertransaksi di Dunia Maya, Perhatikan Hal Berikut Ini

WARTAEVENT.com – Gowa. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Rabu (13/10/2021) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Awas Tekor! Pintar dan Bijak Bertransaksi Digital”. Dan diikuti oleh 398 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Export Import Trainer, Yuli Andayani; pemengaruh gaya hidup, Andi Fatmalia Djabir; peneliti Jalin Institute, Nurbaya; serta Trainer & Digital Marketing Communication, Diaz Yasin Apriadi.

Yuli sebagai pemateri pertama tampil membawakan materi kecakapan digital bertema “Go Cashless”. Menurut Yuli, model pembayaran nontunai melalui uang elektronik seperti dompet digital dan kartu debit harus dimanfaatkan secara bijak. 

“Pahami dengan baik bahwa uang elektronik adalah pengganti uang tunai. Karenanya, isi dan gunakan sesuai kebutuhan, pertimbangkan sebelum membeli, serta manfaatkanlah cashbackdan promo,” pesannya.

Berikutnya, Fatmalia menyampaikan materi etika digital berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia mengatakan, dalam bertransaksi digital, hindarilah penggunaan Wi-Fipublik, pilih platform perniagaan digital terpercaya, dan jaga kerahasiaan kata sandi. 

Kewaspadaan dan kecermatan saat bertransaksi akan meminimalisir resiko kerugian akibat ancaman siber maupun keteledoran kita mengamankan akun keuangan digital.

Pemateri ketiga, Nurbaya membawakan tema budaya digital tentang “Mengubah Pola Pikir Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, evaluasi belanja diperlukan agar kita mampu mengontrol pemenuhan kebutuhan yang utama dibanding mendahulukan keinginan sesaat. “Memenuhi kebutuhan hidup itu murah, menuruti gaya hiduplah yang mahal,” ungkapnya.

Adapun Diaz, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digitalmengenai “Fitur PayLatersebagai Transaksi Berbasis Daring Baru: Amankah?”. 

Ia mengatakan, fitur paylaterkian diminati masyarakat yang makin konsumtif karena kemudahan, kepraktisan, dan kepercayaan konsumen terhadap transaksi digital. “Selama kita tahu dan bijak serta paham resiko penggunaannya, paylaterbisa jadi alternatif pembiayaan kredit yang aman,” jelasnya.

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana tindakan kita jika mengalami kehilangan kartu uang elektronik.?

Narasumber menjelaskan bahwa jika kartu debit hilang, saldo tetap aman karena bisa langsung diblokir setelah melaporkan ke bank. Namun, untuk uang elektronik berbasis kartu, otomatis akan ikut hilang jika kita kehilangan kartu. 

“Karenanya, jagalah kartu uang digital dengan baik dan isi saldo secukupnya saja, jangan terlalu banyak,” pungkas Diaz.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version